Hotel mewah kebanggaan Dubai, Burj Al Arab, dilaporkan mengalami kerusakan setelah puing-puing drone yang dicegat jatuh dan memicu kebakaran kecil di bagian fasad luar bangunan. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi serangan Iran yang menyasar sejumlah titik strategis di kawasan Timur Tengah.
Serangan rudal dan drone yang berlangsung sepanjang malam waktu setempat awalnya disebut-sebut ditujukan ke pangkalan militer Amerika Serikat. Namun, dalam perkembangannya, sejumlah fasilitas sipil ikut terdampak, termasuk Dubai International Airport.
Bandara Dubai Alami Kerusakan Ringan
Menurut laporan otoritas setempat yang dikutip sejumlah media internasional, empat orang dilaporkan terluka akibat insiden di area bandara. Salah satu ruang tunggu di terminal mengalami kerusakan ringan, namun situasi disebut cepat terkendali dan operasional bandara berangsur normal.
Sumber lain menyebutkan bahwa salah satu terminal sempat terdampak akibat serpihan hasil pencegatan udara. Meski demikian, otoritas Dubai memastikan sistem keamanan dan layanan darurat bergerak cepat untuk meminimalkan gangguan.
Burj Al Arab Terdampak Puing Drone
Kerusakan di Burj Al Arab terjadi setelah sistem pertahanan udara berhasil mencegat drone yang mengarah ke wilayah pesisir. Namun, serpihan yang jatuh memicu kebakaran kecil di bagian luar hotel berbentuk layar tersebut.
Hotel yang dibuka pada 1999 di pulau buatan lepas Pantai Jumeirah ini selama ini menjadi simbol kemewahan Dubai dan ikon pariwisata Uni Emirat Arab. Tidak ada laporan korban jiwa dari insiden di area hotel tersebut.
Palm Jumeirah dan Pelabuhan Ikut Terdampak
Kebakaran juga dilaporkan terjadi di dekat salah satu hotel di kawasan Palm Jumeirah. Selain itu, salah satu dermaga di Port of Jebel Ali ikut terbakar akibat puing hasil pencegatan di udara.
Di ibu kota UEA, insiden terpisah terjadi di Zayed International Airport yang menyebabkan satu korban jiwa dan tujuh orang terluka, menurut pernyataan awal otoritas setempat sebelum unggahan tersebut dihapus.
Penerbangan Timur Tengah Lumpuh
Eskalasi serangan yang menyasar Dubai, Abu Dhabi, hingga Doha berdampak besar pada sektor penerbangan. Sejumlah maskapai menangguhkan penerbangan ke dan dari wilayah Timur Tengah. Data pelacakan penerbangan menunjukkan sebagian besar wilayah udara kawasan tersebut sempat kosong.
Dubai sendiri dikenal sebagai pusat transit internasional tersibuk di dunia dan jantung perdagangan Timur Tengah. Gangguan ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan serta dampak ekonomi yang lebih luas.
Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan evaluasi dampak kerusakan serta peningkatan pengamanan di berbagai titik strategis. Situasi di Dubai dilaporkan tetap terkendali meski kewaspadaan ditingkatkan.
