Notification

×

Iklan

Iklan

Dampak Perang Iran Makin Gila! Bukan Cuma Minyak, Kini Chip Dunia Terancam Lumpuh

Maret 27, 2026 Last Updated 2026-03-27T14:52:36Z


Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini memunculkan krisis baru yang berdampak global. Tak hanya pasokan minyak yang terganggu, dunia kini menghadapi kelangkaan helium—komponen vital dalam industri teknologi modern.


Helium mungkin terdengar sepele, namun gas ini memiliki peran penting dalam proses produksi semikonduktor atau chip. Dalam industri ini, helium digunakan untuk sistem pendingin, deteksi kebocoran, hingga menjaga stabilitas proses manufaktur berpresisi tinggi.


Sejak konflik memanas pada akhir Februari 2026, harga helium dilaporkan melonjak tajam. Pasalnya, pasokan gas ini sangat bergantung pada wilayah tertentu. Salah satu produsen utama adalah Qatar yang menyumbang hampir sepertiga pasokan global.


Menurut Cameron Johnson dari Tidal Wave Solutions, krisis helium menjadi ancaman serius bagi rantai pasok global. Ia menyebut perusahaan kini hanya memiliki sedikit opsi, seperti memperlambat produksi atau memprioritaskan produk tertentu sambil berharap konflik segera mereda.


Jika kondisi ini berlanjut, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor industri. Produksi chip berpotensi menurun, yang pada akhirnya memengaruhi ketersediaan produk seperti smartphone, kendaraan, hingga perangkat elektronik lainnya.


Masalah ini juga diperparah oleh gangguan logistik akibat konflik. Beberapa perusahaan mulai mengalami keterlambatan pengiriman bahan baku, termasuk yang berasal dari wilayah terdampak seperti Israel.


Jerry Zhang dari perusahaan komponen semikonduktor asal Swiss, VAT, mengungkapkan bahwa perusahaannya sudah merasakan dampak langsung dari terbatasnya pasokan helium. Mereka bahkan mulai mencari sumber alternatif, termasuk dari Amerika Serikat, untuk menjaga kelangsungan produksi.


Selain itu, Zhou Limin dari MRSI Mycronic menambahkan bahwa gangguan rantai pasok kini tidak hanya terbatas pada helium, tetapi juga bahan baku lain yang terdampak konflik. Hal ini menyebabkan waktu pengiriman semakin panjang dan memperbesar tekanan pada industri global.


Krisis helium ini menjadi pengingat bahwa konflik geopolitik tidak hanya berdampak pada energi, tetapi juga sektor teknologi yang menjadi tulang punggung ekonomi modern. Jika tidak segera diatasi, dunia bisa menghadapi gangguan besar dalam produksi berbagai produk penting di kehidupan sehari-hari.