Sejak pagi hari, halaman Kantor Kecamatan Bekasi Barat dipadati warga yang ingin mendapatkan paket sembako bersubsidi seharga Rp70 ribu. Antrean panjang terlihat mengular, dengan warga menggenggam kupon sebagai syarat penebusan.
Program pasar murah ini digelar Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan, saat harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.
Antusiasme Warga di Bekasi Barat
Sebanyak 2.300 paket sembako disiapkan dalam kegiatan ini. Setiap paket berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan tepung terigu 1 kilogram. Harga tebus Rp70 ribu dinilai hampir setengah dari harga pasaran.
Sekretaris Kecamatan Bekasi Barat, Dewi Astiyanti, menyebutkan bahwa target distribusi pada hari pertama mencapai 2.300 paket. “Satu paket hanya Rp70 ribu,” ujarnya, Senin (2/3).
Prioritas untuk Warga DTSEN
Pada sesi pagi, pasar murah diprioritaskan bagi warga desil 1 sampai 5 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Skema ini diterapkan agar bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih penerima.
Siang harinya, layanan dibuka untuk warga umum yang berdomisili di Bekasi, khususnya wilayah Bekasi Barat, dengan menunjukkan KTP.
Analis Perdagangan Disdagperin Kota Bekasi, Eko Wijatmiko, menegaskan bahwa sasaran utama adalah warga DTSEN yang belum menerima bantuan sebelumnya. Langkah ini diambil agar distribusi lebih adil dan merata.
Jaga Daya Beli Selama Ramadan
Program ini tidak hanya membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah daerah untuk menekan gejolak harga bahan pokok selama Ramadan.
Selain paket sembako, Pemkot Bekasi juga menyiapkan intervensi komoditas lain seperti daging dan cabai melalui dinas terkait guna menjaga stabilitas harga di pasaran.
Setelah digelar di Bekasi Barat, program pasar murah juga dilaksanakan di Bekasi Utara dan Medansatria. Selanjutnya, kegiatan akan bergilir ke Bekasi Timur, Bekasi Selatan, Rawalumbu, Bantargebang, Mustikajaya, Jatiasih, Pondok Gede, Pondok Melati, hingga Jatisampurna sampai 6 Maret mendatang.
Dengan antusiasme tinggi warga, pasar murah bersubsidi ini menjadi solusi nyata di tengah lonjakan kebutuhan pokok jelang Ramadan.
