Pasar saham Indonesia menunjukkan performa impresif pada Februari 2026. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat mencapai Rp25,62 triliun, mempertegas tingginya aktivitas perdagangan di dalam negeri.
Data tersebut disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK mencatat, RNTH pasar saham konsisten bertahan di atas Rp20 triliun sejak Agustus 2025, menandakan likuiditas yang tetap terjaga dalam beberapa bulan terakhir.
Asing Balik Arah, Net Buy Rp36 Triliun
Kabar positif juga datang dari arus modal asing. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp36 triliun sepanjang Februari 2026. Angka ini berbalik arah dibandingkan Januari 2026 yang masih mencatat net sell Rp9,88 triliun.
Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyebut arus dana asing tersebut menjadi sinyal kepercayaan terhadap fundamental pasar modal Indonesia.
Masuknya dana asing dalam jumlah besar dinilai memperkuat stabilitas indeks dan meningkatkan optimisme pelaku pasar di tengah dinamika global.
Target BEI 2026: Transaksi Rp14,5 Triliun dan 2 Juta Investor Baru
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan target rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp14,5 triliun untuk 2026 dengan total 239 hari bursa.
Selain itu, BEI juga membidik penambahan 2 juta investor pasar modal baru sepanjang tahun ini. Target tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas basis investor domestik.
555 Efek Baru Ditargetkan Melantai
Tak hanya fokus pada transaksi dan investor, BEI juga menargetkan total 555 pencatatan efek pada 2026. Jumlah tersebut mencakup:
- Saham baru
- Emisi obligasi
- Exchange-Traded Fund (ETF)
- Dana Investasi Real Estate (DIRE)
- Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA)
- Efek Beragun Aset (EBA)
- Waran terstruktur
Langkah ini diharapkan mampu memperkaya instrumen investasi sekaligus meningkatkan kedalaman pasar (market depth).
Strategi Pengembangan Pasar Terus Digenjot
Untuk mencapai target ambisius tersebut, BEI akan terus menjalankan program pengembangan pasar. Fokus utamanya mencakup pembinaan perusahaan tercatat dan calon emiten, penguatan peran Anggota Bursa, serta edukasi guna meningkatkan partisipasi dan aktivitas investor.
Dengan kombinasi likuiditas tinggi, arus dana asing yang kembali masuk, dan target ekspansi agresif, pasar saham Indonesia memasuki 2026 dengan optimisme yang cukup kuat.
