Notification

×

Iklan

Iklan

Gegara Makan Daging Anjing, 7 Warga Keracunan! DPR Minta Daerah Segera Bertindak

Maret 31, 2026 Last Updated 2026-03-31T00:12:18Z



Kasus keracunan massal yang menimpa warga di Mamuju, Sulawesi Barat, menjadi sorotan nasional. Sebanyak tujuh orang dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi daging anjing, memicu kekhawatiran serius terkait keamanan pangan di masyarakat.


Menanggapi insiden tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi hewan yang bukan diperuntukkan sebagai bahan pangan, seperti anjing dan kucing. Ia menegaskan bahwa selain aspek etika, risiko kesehatan yang ditimbulkan juga sangat besar.


Menurut Charles, konsumsi daging anjing berpotensi menularkan berbagai penyakit berbahaya, termasuk rabies yang dapat berakibat fatal. Ia menilai kasus di Mamuju ini harus menjadi peringatan serius bagi masyarakat luas.


Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa DPR saat ini tengah membahas regulasi yang akan melarang perdagangan serta konsumsi hewan non-konsumsi. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi kesehatan publik dari risiko yang tidak diinginkan.


Charles juga mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah tegas, mencontoh kebijakan DKI Jakarta yang telah lebih dulu melarang peredaran dan konsumsi daging anjing dan kucing. Ia berharap daerah lain segera mengikuti langkah tersebut demi keselamatan masyarakat.


Peristiwa keracunan ini terjadi di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, pada Minggu (29/3). Korban terdiri dari satu pemuda berusia 23 tahun, empat remaja usia 11 hingga 14 tahun, satu anak berusia 8 tahun, serta satu balita berusia 2 tahun.


Kapolsek Kalumpang, Lukman Rahman, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat seorang petani menemukan seekor anjing yang tampak sakit dan muntah-muntah. Hewan tersebut kemudian dipotong dan dimasak untuk dikonsumsi.


Namun, tak lama setelah menyantap hidangan tersebut, beberapa warga mulai merasakan gejala seperti mual dan muntah. Kondisi lima korban bahkan sempat memburuk hingga harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.


Dugaan sementara menyebutkan bahwa anjing tersebut telah terpapar racun, kemungkinan akibat memakan racun tikus sebelum akhirnya dikonsumsi warga. Hal ini diperkuat dari kondisi hewan yang sudah menunjukkan tanda-tanda sakit sebelum dipotong.


Hingga kini, seluruh korban masih menjalani perawatan. Kasus ini kembali menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam memilih sumber makanan serta perlunya edukasi masyarakat terkait keamanan pangan.