Pemerintah Iran melalui pernyataan resminya di Jakarta menyambut positif tawaran mediasi yang diajukan Presiden Prabowo Subianto terkait konflik yang memanas antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyatakan kesiapan mereka menerima langkah diplomasi Indonesia untuk membantu meredakan ketegangan yang meningkat sejak gelombang serangan udara dilancarkan pada akhir Februari 2026.
Iran Sambut Kesiapan Indonesia
Dalam siaran pers tertanggal 1 Maret 2026, Kedutaan Besar Iran menegaskan apresiasinya terhadap kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk menengahi konflik tersebut. Mereka juga menekankan pentingnya sikap tegas Indonesia dalam menyikapi agresi yang terjadi.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa Presiden Prabowo bersedia melakukan perjalanan ke Teheran apabila kedua pihak yang bertikai menyetujui peran Indonesia sebagai mediator.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global, termasuk keterlibatan dalam forum Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Konflik Kian Memanas
Eskalasi konflik terjadi setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menyasar sejumlah target di Iran. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa tokoh tersebut telah tewas.
Serangan tersebut memicu respons militer Iran yang menyasar berbagai instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Dampak Regional Meluas
Situasi di Timur Tengah semakin mencekam setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk dan sekitarnya, termasuk di Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Irak, hingga Arab Saudi.
Kondisi ini memicu kekhawatiran global akan potensi konflik regional yang lebih luas, mengingat kawasan tersebut merupakan jalur strategis perdagangan dan energi dunia.
Peran Strategis Indonesia
Sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia berupaya mengambil peran sebagai jembatan dialog. Tawaran mediasi dari Presiden Prabowo dinilai sebagai langkah diplomasi preventif untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Amerika Serikat maupun Israel terkait kesiapan mereka menerima mediasi dari Indonesia. Namun, respons positif dari Iran menjadi sinyal awal bahwa ruang dialog masih terbuka.
Perkembangan situasi ini diperkirakan akan sangat menentukan arah stabilitas politik dan keamanan di Timur Tengah dalam beberapa pekan ke depan.
