Notification

×

Iklan

Iklan

Putin Bereaksi Keras! Kecam Tewasnya Ayatollah Khamenei Akibat Serangan AS-Israel

Maret 01, 2026 Last Updated 2026-03-01T13:20:14Z


Presiden Rusia Vladimir Putin angkat bicara terkait tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel. Putin menyebut insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap norma moralitas dan hukum internasional.


Pernyataan itu disampaikan Kremlin melalui surat resmi yang dikirim Putin kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Minggu (2/3/2026).


Putin Sampaikan Belasungkawa Mendalam


Dalam surat tersebut, Putin menyampaikan “belasungkawa terdalam atas pembunuhan” Khamenei. Ia menilai tindakan tersebut dilakukan dengan pelanggaran sinis terhadap norma kemanusiaan dan hukum internasional.


Menurut Putin, Khamenei akan dikenang sebagai negarawan yang memiliki kontribusi besar dalam mempererat hubungan persahabatan antara Rusia dan Iran.


Ia juga meminta Presiden Pezeshkian untuk menyampaikan simpati dan dukungan tulusnya kepada keluarga Khamenei, pemerintah Iran, serta seluruh rakyat Iran.


Rusia: Serangan Picu Risiko Bencana Kawasan


Sehari sebelumnya, Rusia telah mengutuk serangan terhadap Iran sebagai “petualangan berbahaya” yang berpotensi memicu bencana besar di kawasan Timur Tengah.


Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, juga melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut komunikasi itu dilakukan atas inisiatif pihak Iran.


Hubungan Strategis Rusia-Iran


Rusia dan Iran diketahui memiliki hubungan erat dalam beberapa tahun terakhir. Teheran disebut-sebut mendukung Moskow dalam konflik Ukraina, sementara kedua negara memperkuat kerja sama di berbagai sektor.


Pada 2025, Rusia dan Iran menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang mencakup penguatan hubungan ekonomi, politik, hingga militer.


Pernyataan keras Putin ini menambah dinamika geopolitik global di tengah memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Dunia internasional kini menyoroti potensi eskalasi lebih luas yang dapat berdampak pada stabilitas kawasan maupun global.