Momen Idulfitri 1447 H di Kota Bekasi diwarnai kejadian tak menyenangkan. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) menjadi korban laporan palsu yang diduga sengaja dibuat untuk mengerjai saat hari raya.
Peristiwa ini bermula ketika petugas menerima laporan evakuasi ular dari seseorang yang mengaku bernama Wahyu pada Sabtu (21/3/2026). Tanpa menunda waktu, tim damkar langsung bergerak menuju lokasi yang disebutkan di wilayah Bekasi Timur.
Anggota Disdamkarmat, Ragil Bachtawar, menjelaskan bahwa laporan awal terlihat meyakinkan karena pelapor juga mengirimkan video sebagai bukti. Hal tersebut membuat petugas yakin untuk segera melakukan pengecekan ke lokasi.
Namun, setibanya di titik yang ditunjukkan melalui aplikasi Google Maps, petugas justru mengalami kebingungan. Lokasi yang dituju tidak sesuai dengan alamat yang dimaksud, sehingga mereka harus bertanya kepada warga sekitar.
Warga setempat bahkan menyebut bahwa titik lokasi di peta kerap tidak akurat. Petugas bersama Ketua RT kemudian berinisiatif mencari orang bernama Wahyu sesuai laporan tersebut. Namun, warga yang ditemukan dengan nama tersebut justru membantah pernah menghubungi damkar.
Petugas kemudian kembali menghubungi pelapor. Orang tersebut mengaku sedang berada di rumah pamannya dan sempat mengirimkan fotokopi KTP sebagai bukti identitas. Meski begitu, saat alamat pada KTP tersebut didatangi, penghuni rumah justru mengaku tidak pernah membuat laporan apa pun.
Dari serangkaian penelusuran tersebut, petugas menyimpulkan bahwa laporan tersebut adalah fiktif. Dugaan sementara, aksi ini dilakukan untuk membuat kehebohan atau bahkan mempermalukan pihak tertentu di momen Lebaran.
Kejadian ini tentu sangat disayangkan, karena laporan palsu dapat menghambat kinerja petugas dan berpotensi mengganggu penanganan situasi darurat yang sebenarnya. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan prank semacam ini, terutama kepada layanan publik yang memiliki peran vital.
