Notification

×

Iklan

Iklan

Lewat Selat Hormuz Kini Bayar Rp33 Miliar? Tarif Kapal Bikin Dunia Panik!

Maret 29, 2026 Last Updated 2026-03-28T23:37:29Z

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu guncangan besar pada sektor energi global. Blokade de facto di Selat Hormuz yang dilakukan Iran telah membuat biaya pelayaran melonjak drastis, bahkan mencapai angka fantastis.


Situasi ini dipicu oleh konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026. Sebagai respons, Teheran memperketat akses ke Selat Hormuz—jalur vital yang selama ini mengalirkan sekitar 20 juta barel minyak per hari ke pasar global.


Tarif Selangit untuk Lewat Jalur Vital Dunia


Dalam perkembangan terbaru, parlemen Iran tengah mengkaji kebijakan penarikan biaya transit bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Bahkan, sejumlah laporan menyebut kapal-kapal sudah mulai dikenakan tarif hingga US$2 juta atau sekitar Rp33 miliar per sekali melintas.


Kebijakan ini diklaim sebagai bentuk kompensasi atas pengamanan jalur strategis tersebut. Iran berargumen bahwa seperti halnya koridor perdagangan lain, setiap kapal yang melintas wajar dikenai biaya.


Ribuan Kapal Tertahan, Rantai Pasok Terganggu


Dampak dari situasi ini langsung terasa di lapangan. Hampir 2.000 kapal dilaporkan tertahan di sekitar Selat Hormuz, yang terletak di antara Iran di sisi utara serta Oman dan Uni Emirat Arab di sisi selatan.


Penumpukan ini menunjukkan banyak operator kapal memilih menunggu ketimbang mengambil rute alternatif yang lebih panjang dan mahal.


Menurut Organisasi Maritim Internasional, situasi ini menjadi salah satu gangguan terbesar dalam jalur pelayaran global dalam beberapa dekade terakhir.


Harga Minyak Melonjak, Ancaman Resesi Menguat


Blokade ini berdampak langsung pada harga energi dunia. Harga minyak global kini telah menembus US$100 per barel, naik sekitar 40% dibanding sebelum konflik.


Kenaikan ini memaksa banyak negara, terutama di Asia, untuk melakukan pembatasan konsumsi bahan bakar hingga memangkas produksi industri. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi resesi global jika krisis terus berlanjut.


Selat Hormuz: Titik Kunci Ekonomi Global


Sebagai salah satu jalur paling strategis di dunia, Selat Hormuz memegang peran penting dalam stabilitas ekonomi global. Sebagian besar ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk bergantung pada jalur ini.


Ketika akses terganggu, efeknya langsung terasa pada inflasi, biaya logistik, hingga harga kebutuhan pokok di berbagai negara.


Dunia Menunggu Solusi


Sejumlah negara terdampak kini terus melobi Iran agar membuka kembali jalur tersebut. Namun, Iran disebut menjadikan kontrol atas Selat Hormuz sebagai salah satu syarat dalam negosiasi mengakhiri konflik.


Dengan situasi yang masih memanas, dunia kini berada dalam ketidakpastian. Jika ketegangan tak segera mereda, biaya logistik yang melonjak dan harga energi tinggi bisa menjadi pemicu krisis ekonomi yang lebih luas.