Kematian Ali Larijani dalam serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel mengejutkan dunia internasional. Sosoknya dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sistem politik dan keamanan Iran.
Berikut sejumlah fakta penting tentang Ali Larijani yang kini menjadi sorotan global:
1. Tewas dalam Serangan di Teheran
Ali Larijani dilaporkan tewas akibat serangan udara saat berada di kawasan timur Teheran. Ia disebut tengah mengunjungi keluarganya ketika serangan terjadi. Kabar kematiannya telah dikonfirmasi oleh otoritas keamanan Iran.
2. Tokoh Kunci di Lingkaran Kekuasaan
Larijani dikenal sebagai tangan kanan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Ia menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan berperan besar dalam menentukan arah kebijakan strategis negara.
3. Dijuluki “Keluarga Kennedy dari Iran”
Lahir pada 1958 di Najaf, Irak, Larijani berasal dari keluarga elite yang sangat berpengaruh di Iran. Keluarganya bahkan pernah dijuluki sebagai “Kennedy-nya Iran” karena dominasi mereka di berbagai posisi penting pemerintahan.
4. Latar Belakang Akademisi dan Filsuf
Berbeda dari banyak pejabat Iran lainnya, Larijani memiliki latar belakang akademik kuat. Ia menempuh pendidikan matematika dan ilmu komputer, serta meraih gelar doktor filsafat dengan fokus pada pemikiran Immanuel Kant.
5. Karier Politik Panjang dan Berpengaruh
Kariernya mencakup berbagai posisi penting, mulai dari menteri, kepala lembaga penyiaran nasional, hingga Ketua Parlemen Iran selama tiga periode. Ia juga terlibat dalam perundingan nuklir dengan negara-negara Barat, termasuk kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
6. Kembali ke Pusat Kekuasaan
Setelah sempat tersingkir dari kontestasi politik, Larijani kembali ke lingkaran inti kekuasaan pada 2025 saat ditunjuk kembali sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional oleh Presiden Masoud Pezeshkian.
7. Dari Diplomasi ke Sikap Keras
Meski dikenal sebagai tokoh pragmatis yang mendukung diplomasi, sikap Larijani berubah drastis setelah eskalasi konflik terbaru. Ia menjadi salah satu suara paling keras dalam merespons serangan AS-Israel dan menegaskan Iran tidak akan tunduk pada tekanan asing.
Kematian Ali Larijani menjadi pukulan besar bagi struktur kekuasaan Iran. Perannya sebagai penghubung antara kebijakan politik, keamanan, dan diplomasi membuat kehilangan ini berpotensi memengaruhi arah strategi Iran ke depan, terutama di tengah situasi geopolitik yang semakin memanas.
