Notification

×

Iklan

Iklan

Wajib Tahu! Ribuan Calon Haji Bekasi Disuntik Vaksin Ini Sebelum Berangkat, Ini Alasannya

Maret 27, 2026 Last Updated 2026-03-26T23:40:02Z


Persiapan ibadah haji 1447 H/2026 di Kabupaten Bekasi kini memasuki tahap penting. Sebanyak 3.300 calon jemaah haji mulai menjalani vaksinasi wajib sebagai syarat utama sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.


Program vaksinasi ini resmi dimulai oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi di Gedung Wibawa Mukti, Komplek Pemkab Bekasi, pada Kamis (26/3/2026). Langkah ini menjadi bagian krusial dalam memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan terlindungi dari risiko penyakit menular.


Vaksin Jadi “Tiket Sehat” ke Tanah Suci


Vaksin meningitis dan polio menjadi syarat wajib bagi calon jemaah haji. Kedua vaksin ini berfungsi melindungi tubuh dari potensi penularan penyakit di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara yang berkumpul di Arab Saudi.


Tanpa vaksinasi, risiko terkena penyakit seperti meningitis—radang selaput otak yang berbahaya—akan meningkat, terutama dalam kondisi fisik yang lelah selama menjalankan ibadah.


Target 700 Jemaah per Hari


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bekasi, dr. Irfan Maulana, menjelaskan bahwa vaksinasi dilakukan secara bertahap untuk menghindari penumpukan.


Setiap hari, pihaknya menargetkan 500 hingga 700 jemaah mendapatkan vaksin. Program ini dijadwalkan berlangsung hingga 1 April 2026.


Vaksinasi ini juga merupakan lanjutan dari rangkaian pemeriksaan kesehatan yang telah dilakukan sejak November 2025.


Ibadah Haji Butuh Fisik Prima


Selain vaksinasi, calon jemaah juga diingatkan untuk mempersiapkan kondisi fisik. Kepala Dinkes Kabupaten Bekasi, dr. Arif Kurnia, menegaskan bahwa ibadah haji membutuhkan stamina yang kuat.


Aktivitas seperti lempar jumrah di Jamarat membutuhkan tenaga ekstra karena jaraknya cukup jauh dari pemondokan. Oleh karena itu, jemaah disarankan mulai rutin berolahraga ringan seperti jalan pagi.


Tak hanya itu, jemaah juga diminta tidak terlalu lelah menjelang keberangkatan, termasuk mengurangi aktivitas sosial seperti acara walimatus safar yang bisa menguras energi.


Berangkat Lewat Bandara Kertajati


Musim haji 2026 membawa perubahan bagi jemaah asal Bekasi. Pemberangkatan akan dilakukan melalui Bandara Internasional Kertajati di Majalengka.


Diperkirakan terdapat tujuh kloter penuh dan satu kloter gabungan yang akan diberangkatkan dari bandara tersebut.


Untuk mendukung kelancaran ibadah, Dinkes juga telah menyiapkan 12 tenaga kesehatan kloter yang terdiri dari dokter dan perawat. Selain itu, ada tim pendamping khusus untuk memantau kondisi jemaah lansia.


Pemeriksaan tambahan seperti tes kehamilan juga akan dilakukan bagi jemaah wanita usia subur menjelang keberangkatan.


Tips Penting: Siapkan Obat untuk 40 Hari


Calon jemaah diimbau membawa obat-obatan pribadi yang biasa dikonsumsi. Hal ini penting karena durasi ibadah haji berlangsung sekitar 40 hari.


Ketersediaan obat mandiri dapat membantu mengatasi keluhan ringan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada tim medis kloter.


Selain itu, menjaga pola istirahat dan menghindari kelelahan menjadi kunci utama agar tetap fit selama di Tanah Suci.


Jika kondisi kesehatan menurun saat tiba di Arab Saudi, jemaah berisiko dipulangkan. Karena itu, persiapan sejak dini menjadi faktor penentu kelancaran ibadah.


Dengan berbagai upaya ini, diharapkan seluruh jemaah dapat berangkat dalam kondisi sehat dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.