Notification

×

Iklan

Iklan

BBM Belum Naik, Ternyata Pertamina yang “Nombok”! Ini Penjelasan Menkeu

April 01, 2026 Last Updated 2026-04-01T08:52:40Z


Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih belum mengalami kenaikan meskipun harga minyak mentah dunia tengah berfluktuasi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, kondisi ini tidak serta-merta membebani anggaran negara dalam waktu dekat.


Menurut Purbaya, untuk sementara waktu, beban penyesuaian harga BBM tersebut ditanggung oleh PT Pertamina (Persero). Artinya, perusahaan pelat merah tersebut berperan menjaga stabilitas harga di tengah gejolak pasar energi global.


“Untuk sementara sepertinya Pertamina yang menanggung,” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu (1/4/2026).


Ia menjelaskan, kondisi keuangan Pertamina saat ini cukup kuat untuk menyerap tekanan dari kenaikan harga minyak dunia. Hal ini didukung oleh pembayaran subsidi dan kompensasi energi dari pemerintah yang kini berjalan lebih lancar.


Pemerintah, kata Purbaya, secara konsisten membayarkan sekitar 70% dari kompensasi setiap bulan. Dengan mekanisme ini, arus kas Pertamina menjadi lebih sehat sehingga mampu menahan beban tersebut dalam jangka pendek.


“Keuangan Pertamina sekarang cukup baik, jadi untuk menyerap tekanan dalam waktu pendek tidak menjadi masalah,” jelasnya.


Meski demikian, Purbaya tidak menampik bahwa pada akhirnya anggaran negara tetap akan terdampak. Kebutuhan untuk subsidi dan kompensasi energi diperkirakan meningkat seiring kondisi pasar global.


Namun, ia memastikan bahwa tambahan beban tersebut masih dalam batas aman dan tidak akan membuat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 melampaui ketentuan undang-undang.


Saat ini, defisit APBN diproyeksikan berada di kisaran 2,68% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan diperkirakan hanya naik tipis menjadi sekitar 2,9%. Angka tersebut masih jauh di bawah batas maksimal 3% PDB yang ditetapkan dalam aturan keuangan negara.


Dengan demikian, pemerintah menegaskan bahwa stabilitas harga BBM tetap menjadi prioritas, sembari menjaga kesehatan fiskal negara agar tetap terkendali di tengah tekanan ekonomi global. (Rhz2797)