Kabar membanggakan datang dari industri perfilman Tanah Air. Film terbaru karya sutradara Kamila Andini berjudul Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java) semakin menunjukkan kualitasnya di kancah internasional dan bersiap tayang pada 2026.
Proyek ini baru saja merilis first look setelah menyelesaikan tahap penting dalam proses pascaproduksi, yakni color grading, yang dilakukan di Storm Post Production Studio, Amsterdam. Tahapan ini menjadi salah satu kunci dalam membangun nuansa visual yang kuat dan emosional.
Untuk menggarap aspek visual tersebut, tim produksi menggandeng koloris internasional Peter Bernaers. Ia dikenal melalui keterlibatannya dalam sejumlah film dunia seperti What Happened to Monday, Raw, dan Annette. Bahkan, ia juga terlibat dalam Titane yang meraih penghargaan tertinggi di Festival Film Cannes 2021.
Kolaborasi dengan talenta global ini dinilai mampu memperkuat identitas sinematik khas Kamila Andini, sekaligus menghadirkan pengalaman visual yang lebih mendalam bagi penonton.
Ambisi global film ini juga terlihat dari perjalanan panjangnya di berbagai forum internasional. Empat Musim Pertiwi telah dipresentasikan di Berlinale Co-Production Market serta Venice Gap-Financing Market. Dukungan pendanaan pun datang dari lembaga bergengsi seperti Hubert Bals Fund, CNC Cinema du Monde, dan Sørfond, termasuk dari pemerintah Indonesia.
Film ini juga menjadi proyek kolaborasi lintas negara yang melibatkan Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Singapura, hingga Polandia. Deretan aktor ternama turut ambil bagian, seperti Putri Marino, Arya Saloka, dan Christine Hakim.
Dari sisi cerita, film ini mengangkat perjalanan seorang perempuan yang bergulat dengan kehilangan, ingatan, serta hubungan manusia dengan alam di tanah Jawa. Alur cerita dikemas melalui metafora pergantian musim, menghadirkan refleksi mendalam tentang keluarga, identitas, dan proses berdamai dengan masa lalu.
Produksi film ini digawangi oleh Ifa Isfansyah dari Forka Films bersama Anthony Chen dari Giraffe Pictures. Rekam jejak Forka Films sendiri sudah tak diragukan, dengan karya seperti Yuni yang meraih penghargaan di Toronto, serta Before, Now & Then yang memenangkan Silver Bear di Berlinale.
Dengan kualitas produksi yang semakin matang, kolaborasi internasional, serta pendekatan visual yang puitis, Empat Musim Pertiwi digadang-gadang menjadi salah satu film Indonesia yang siap bersaing di panggung global sekaligus memikat penonton dalam negeri saat rilis pada 2026. (Rhz2797)
