Notification

×

Iklan

Iklan

Dunia Digital Diserang? Iran Dikabarkan Targetkan Amazon & Oracle, Google Bisa Menyusul!

April 03, 2026 Last Updated 2026-04-03T09:22:58Z


Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah muncul laporan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan terhadap infrastruktur teknologi milik perusahaan Amerika Serikat.


Berdasarkan laporan media Iran seperti IRNA dan Tasnim News Agency, serangan tersebut disebut menyasar pusat komputasi awan milik Amazon di Bahrain serta fasilitas basis data Oracle di Dubai, Uni Emirat Arab.


IRGC mengklaim aksi ini sebagai bentuk balasan atas serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap rumah mantan Menteri Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi, di Teheran pada 1 April lalu.


Menurut klaim tersebut, serangan itu menyebabkan kerusakan besar, bahkan disebut menghancurkan pusat data Amazon di Bahrain. IRGC juga memperingatkan bahwa serangan dapat meluas ke target lain, termasuk perusahaan teknologi global seperti Google dan platform YouTube.


Selain sektor teknologi, laporan juga menyebutkan bahwa target lain mencakup fasilitas industri seperti pabrik baja Amerika di Abu Dhabi, pabrik aluminium di Bahrain, serta fasilitas manufaktur senjata Israel milik Rafael Advanced Defense Systems.


Namun, sejumlah pihak langsung membantah klaim tersebut. Otoritas Dubai melalui pernyataan resmi menegaskan bahwa laporan kerusakan pada fasilitas Oracle adalah tidak benar dan telah direkayasa.


Sementara itu, pemerintah Bahrain menyatakan adanya serangan terhadap sektor bisnis di wilayahnya, namun tidak merinci perusahaan yang terdampak. Di sisi lain, Amazon belum memberikan komentar terbaru terkait insiden ini.


Perlu diketahui, sebelumnya pada Maret lalu, Amazon memang sempat mengonfirmasi adanya serangan drone yang menyasar fasilitas mereka di kawasan Uni Emirat Arab dan Bahrain.


Situasi ini menunjukkan meningkatnya eskalasi konflik yang kini merambah ke sektor digital dan infrastruktur teknologi global. Meski begitu, kebenaran dari klaim serangan terbaru ini masih menjadi perdebatan, mengingat adanya perbedaan informasi antara pihak Iran dan otoritas setempat.  (Rhz2797)