Notification

×

Iklan

Iklan

Ngeri! Ratusan Ribu Anak Indonesia Kena Tekanan Darah Tinggi, Pemerintah Ungkap Penyebabnya

Mei 07, 2026 Last Updated 2026-05-07T01:27:25Z


Pemerintah mengungkap temuan mengejutkan terkait kondisi kesehatan anak sekolah di Indonesia. Berdasarkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG), tercatat sebanyak 663 ribu anak mengalami peningkatan tekanan darah tinggi atau hipertensi.


Data tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari, dalam konferensi pers mengenai perkembangan program kesehatan nasional di Jakarta, Rabu (6/5/2026).


Menurut Qodari, angka tersebut berasal dari hasil skrining kesehatan terhadap 4,8 juta anak yang dilakukan sejak 1 Januari hingga 3 Mei 2026. Pemeriksaan itu berlangsung di sekitar 48 ribu sekolah di berbagai daerah Indonesia.


“Sebanyak 22,1 persen atau sekitar 663 ribu anak mengalami peningkatan tekanan darah,” ujar Qodari.


Tak hanya tekanan darah tinggi, pemerintah juga menemukan sejumlah masalah kesehatan lain yang cukup mengkhawatirkan pada anak usia sekolah. Sebanyak 1,1 juta anak atau sekitar 41 persen diketahui mengalami gigi berlubang. Selain itu, ada sekitar 239 ribu anak yang mengalami penumpukan kotoran di telinga.


Ketiga kondisi tersebut menjadi masalah kesehatan paling banyak ditemukan selama pelaksanaan program CKG di sekolah-sekolah.


Pemerintah menilai program pemeriksaan kesehatan gratis ini memberikan dampak nyata karena mampu mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini. Dengan begitu, anak-anak bisa segera mendapatkan penanganan sebelum kondisi tersebut mengganggu proses belajar maupun tumbuh kembang mereka.


Program Cek Kesehatan Gratis sendiri terus diperluas jangkauannya di seluruh Indonesia. Hingga Mei 2026, pemerintah mencatat sudah ada sekitar 100 juta penduduk yang mengikuti program tersebut.


Sepanjang tahun 2025, jumlah peserta CKG mencapai lebih dari 70 juta orang. Sementara pada awal 2026 hingga Mei, jumlahnya kembali bertambah lebih dari 30 juta peserta.


Pelaksanaan program kesehatan ini didukung lebih dari 10 ribu puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten dan kota di Indonesia.


Meski demikian, pemerintah mengakui jumlah peserta saat ini masih sekitar sepertiga dari total populasi Indonesia yang mendekati 290 juta jiwa. Karena itu, program CKG akan terus dilanjutkan agar semakin banyak masyarakat mendapat akses pemeriksaan kesehatan secara gratis dan berkala. (Rhz2797)