Notification

×

Iklan

Iklan

Erdogan Murka! Israel Dituding Dalang Kekacauan Dunia dan Lonjakan Harga Minyak

April 03, 2026 Last Updated 2026-04-03T02:57:45Z


Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, melontarkan pernyataan tegas terkait konflik yang memanas antara Israel dan Iran. Ia menyebut pemerintah Israel sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kekacauan global yang terjadi saat ini.


Pernyataan tersebut disampaikan Erdogan dalam pertemuan kelompok parlemen Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Ankara. Ia menilai perang yang telah berlangsung lebih dari satu bulan itu sebagai konflik ilegal yang berdampak luas, tidak hanya di kawasan Timur Tengah tetapi juga terhadap ekonomi dunia.


Menurut Erdogan, dampak paling nyata dari konflik ini adalah lonjakan harga energi global, terutama setelah terganggunya jalur distribusi di Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sebagian besar pasokan minyak dunia.


“Pemerintah Israel memikul tanggung jawab utama atas perang ilegal ini, yang tidak hanya mengubah kawasan menjadi zona konflik, tetapi juga membebani perekonomian global,” tegas Erdogan.


Ia juga menyinggung posisi politik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Erdogan menilai konflik yang terus berlanjut justru dapat memperpanjang kelangsungan politik Netanyahu di dalam negeri.


Konflik yang dimulai sejak 28 Februari 2026 tersebut kini dinilai semakin berbahaya. Erdogan memperingatkan adanya risiko eskalasi yang lebih luas, termasuk potensi berubah menjadi konflik regional besar yang melibatkan lebih banyak negara.


Ia menyoroti serangan yang kini mulai menyasar sektor vital seperti energi, transportasi, hingga infrastruktur sipil, yang semakin memperburuk situasi keamanan di kawasan.


Di tengah ketegangan tersebut, Turki terus mendorong upaya diplomasi. Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, dilaporkan menghadiri pertemuan empat negara di Islamabad bersama perwakilan Arab Saudi, Mesir, dan Pakistan untuk membahas langkah meredakan konflik.


Selain itu, Menteri Pertahanan Nasional Yasar Guler serta Kepala Intelijen Ibrahim Kalin juga disebut menjalankan berbagai langkah strategis dalam menghadapi situasi tersebut.


Erdogan menegaskan bahwa satu-satunya jalan keluar dari konflik berkepanjangan ini adalah melalui diplomasi dan dialog. Ia menyerukan kepada semua pihak untuk memanfaatkan setiap peluang demi menghentikan pertumpahan darah.


“Diplomasi, dialog, dan kompromi adalah cara terbaik untuk keluar dari kebuntuan ini,” ujarnya.


Ia pun berharap pintu perdamaian segera terbuka, sehingga konflik tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi dunia. (Rhz2797)