Kabar membanggakan datang dari industri perfilman Tanah Air. Film terbaru garapan Joko Anwar berjudul Ghost in the Cell sukses mencuri perhatian dunia bahkan sebelum resmi tayang di Indonesia.
Film ini dikabarkan telah dibeli hak penayangannya oleh 86 negara, menjadikannya salah satu film Indonesia dengan jangkauan internasional paling luas dalam beberapa tahun terakhir.
Sukses di Festival Film Internasional
Pencapaian ini tidak lepas dari respons positif yang diterima film tersebut saat diputar di Berlinale 2026 di Berlin.
Bahkan, distributor asal Jerman, Plaion Pictures, telah lebih dulu mengamankan hak edar untuk wilayah berbahasa Jerman, menandakan tingginya minat pasar Eropa terhadap film ini.
Angkat Isu Gelap di Balik Penjara
Ghost in the Cell mengangkat cerita tentang kehidupan para tahanan di Lapas Labuhan Angsana yang penuh konflik, tekanan, dan ketidakadilan.
Ketegangan memuncak saat seorang napi baru masuk dan serangkaian kematian misterius mulai terjadi. Para penghuni lapas kemudian menyadari adanya sosok gaib yang mengincar mereka—terutama yang memiliki sisi gelap paling kuat.
Dalam situasi mencekam tersebut, para tahanan justru berlomba-lomba menjadi “baik” demi bertahan hidup.
Kritik Sosial yang Relatable Secara Global
Menurut Joko Anwar, film ini tidak hanya sekadar horor, tetapi juga membawa pesan kuat tentang kekuasaan dan sistem yang korup.
Ia menegaskan bahwa isu ketidakadilan yang diangkat dalam film ini bersifat universal, sehingga mudah diterima oleh penonton global.
Hal ini diamini oleh produser Tia Hasibuan yang menyebut minat tinggi dari berbagai negara sebagai bukti kualitas produksi film tersebut.
Kolaborasi dan Deretan Bintang Ternama
Film ini merupakan hasil kolaborasi beberapa rumah produksi seperti Come and See Pictures, RAPI Films, Legacy Pictures, serta Barunson E&A sebagai agen penjualan global.
Dari sisi pemain, Ghost in the Cell diperkuat oleh aktor-aktor ternama seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, dan Tora Sudiro. Film ini juga menjadi ajang debut bagi Magistus Miftah.
Siap Tayang di Indonesia
Dengan rekam jejak sukses Come and See Pictures lewat film seperti Pengabdi Setan 2: Communion dan serial Nightmares and Daydreams, ekspektasi terhadap film ini semakin tinggi.
Ghost in the Cell dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Dengan antusiasme global yang sudah terbentuk, film ini berpotensi menjadi salah satu karya Indonesia paling berpengaruh di kancah internasional tahun ini. (Rhz2797)
