Notification

×

Iklan

Iklan

Heboh di Bandung! Bayi Nyaris Tertukar di RSHS, Sempat Digendong Orangtua Pasien Lain

April 09, 2026 Last Updated 2026-04-09T09:45:26Z

Insiden mengejutkan terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah seorang ibu asal Kabupaten Bandung mengaku bayinya nyaris tertukar saat menjalani perawatan di ruang NICU. Peristiwa itu menjadi sorotan setelah sang ibu membagikan kronologinya melalui media sosial.


Ibu bernama Nina Saleha (27) mengatakan, bayinya dirawat di RSHS sejak Minggu, 5 April 2026, karena mengalami sakit kuning setelah sebelumnya lahir di RS Unpad Jatinangor pada 1 April 2026.


Menurut Nina, kejadian mengejutkan itu terjadi pada Rabu, 8 April 2026, ketika ia datang ke rumah sakit untuk proses kepulangan sang bayi. Namun hingga siang hari, ia mengaku belum juga dipanggil oleh pihak perawat.


Saat menunggu, Nina dan suaminya sempat keluar dari area NICU untuk beberapa saat. Namun karena merasa ada yang janggal, keduanya memutuskan kembali ke ruang perawatan. Di sanalah Nina terkejut mendapati bayinya sedang berada dalam gendongan orangtua pasien lain.


Ia mengaku langsung mengenali sang bayi dari pakaian dan selimut yang digunakan. Setelah memastikan wajah bayi tersebut, Nina yakin bahwa itu adalah anaknya.


Menurut pengakuannya, pihak perawat menjelaskan bahwa bayi sempat diserahkan kepada keluarga lain karena dirinya disebut tidak merespons saat dipanggil beberapa kali. Penjelasan itu membuat Nina kecewa dan mempertanyakan prosedur penyerahan bayi di rumah sakit.


Tak hanya itu, Nina juga menyoroti gelang identitas bayinya yang disebut telah digunting oleh perawat. Ia mengaku tidak menerima alasan petugas yang menyatakan gelang tersebut dilepas karena dikhawatirkan membawa virus.


Peristiwa ini memicu kekhawatiran publik mengenai standar keamanan dan prosedur identifikasi pasien bayi di fasilitas kesehatan, khususnya di ruang perawatan intensif neonatal.


Meski demikian, Nina menyampaikan kondisi bayinya kini telah membaik dan sudah dibawa pulang ke rumah mereka di Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Bayi laki-laki tersebut merupakan anak ketiganya.


Pihak RSHS disebut telah menghubungi Nina melalui pesan WhatsApp untuk meminta pertemuan bersama dirinya dan sang suami guna membahas insiden tersebut. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari rumah sakit terkait dugaan kelalaian tersebut.


Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat luas dan memunculkan desakan agar rumah sakit memberikan klarifikasi serta evaluasi terhadap prosedur keamanan pasien, terutama untuk bayi yang masih menjalani perawatan intensif. (Rhz2797)