Notification

×

Iklan

Iklan

Ledakan Dahsyat Gudang Elpiji Bekasi! Korban Membengkak Jadi 17 Orang, Luka Bakar Parah

April 03, 2026 Last Updated 2026-04-03T02:04:16Z

Insiden kebakaran hebat akibat ledakan gudang gas elpiji di kawasan Cimuning, Kota Bekasi, Jawa Barat, menimbulkan korban luka yang cukup banyak. Hingga kini, total korban tercatat mencapai 17 orang, dengan beberapa di antaranya mengalami luka bakar serius.


Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, mengungkapkan bahwa sebagian korban mengalami luka bakar di atas 50 persen. Kondisi tersebut membuat para korban harus mendapatkan penanganan medis intensif di sejumlah rumah sakit.


“Kami turut prihatin. Dari data sementara, ada 17 korban dan beberapa mengalami luka bakar cukup parah,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).


Saat ini, seluruh korban masih dalam perawatan. Sebagian di antaranya sudah diperbolehkan menjalani rawat jalan, sementara lainnya masih dirawat secara intensif.


Mayoritas korban diketahui merupakan warga sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, hanya dua hingga tiga orang yang merupakan pekerja di fasilitas Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) tersebut.


Peristiwa kebakaran terjadi pada Rabu malam (1/4/2026) sekitar pukul 21.15 WIB. Ledakan berasal dari gudang gas milik PT Indogas Andalan Kita yang berlokasi di Jalan Raya Cinyosok, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa ledakan gas memicu kebakaran besar yang dengan cepat merambat ke area sekitar, termasuk permukiman warga.


Akibatnya, sejumlah bangunan mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan. Mulai dari rumah warga, kontrakan, toko, warung, hingga gudang rongsok ikut terdampak kebakaran tersebut.


Data sementara mencatat kerusakan meliputi satu lapak rongsok, satu lapak nasi goreng, satu warung kopi, enam truk SPBE, serta tujuh sepeda motor yang mengalami kerusakan berat. Selain itu, empat kios dan fasilitas SPBE rusak sedang, sementara 10 rumah dan satu mushola mengalami kerusakan ringan.


Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bekasi, Idham Kholid, menyebut api diduga berasal dari area penyimpanan gas elpiji. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan area seluas kurang lebih 2.000 meter persegi.


Meski menimbulkan banyak korban luka dan kerusakan, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Selain itu, tidak terdapat warga yang harus mengungsi akibat insiden tersebut.


Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) juga telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, hingga relawan yang bahu-membahu memadamkan api dan membantu evakuasi korban.