Kisah inspiratif datang dari dunia pendidikan Indonesia. Quinsha Sammy Al Huda berhasil mencuri perhatian setelah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di usia yang masih sangat muda, yakni 16 tahun.
Remaja asal Kediri ini diterima di program studi S1 Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Airlangga (Unair). Pencapaian tersebut menjadikannya salah satu mahasiswa baru termuda di kampus tersebut tahun ini.
Tangis Haru Saat Lihat Pengumuman
Momen kelulusan SNBP menjadi pengalaman emosional bagi Quinsha. Ia mengaku tidak kuasa menahan tangis saat mengetahui dirinya diterima di jurusan impian.
Sejak awal, program studi Bahasa dan Sastra Inggris memang menjadi pilihan utamanya. Ketertarikannya terhadap bahasa Inggris sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP dan terus berkembang hingga SMA.
Baginya, bahasa Inggris bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga jendela untuk memahami dunia secara lebih luas.
Perjalanan Pendidikan yang Terbilang Cepat
Dari sisi akademik, perjalanan Quinsha tergolong istimewa. Ia mulai sekolah dasar pada usia lima tahun dan melanjutkan pendidikan dengan program akselerasi saat SMP.
Hal ini membuatnya mampu menyelesaikan pendidikan lebih cepat dibandingkan rata-rata siswa seusianya. Meski akan menjalani kuliah di usia muda, Quinsha justru melihatnya sebagai peluang untuk berkembang lebih jauh.
Ia menganggap lingkungan kampus yang dinamis sebagai tempat ideal untuk belajar, termasuk dari teman-teman yang lebih berpengalaman.
Kunci Sukses: Disiplin dan Aktif di Kelas
Keberhasilan Quinsha lolos jalur SNBP tidak datang secara instan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam belajar serta keaktifan selama proses pembelajaran di kelas.
Menurutnya, memahami materi dengan baik dan mengikuti arahan guru menjadi faktor penting dalam meraih prestasi akademik.
Siap Hadapi Dunia Kampus dan Organisasi
Saat ini, Quinsha tengah mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan perkuliahan di Surabaya. Ia juga berencana aktif dalam berbagai kegiatan kampus guna mengembangkan kemampuan diri.
Salah satu organisasi yang ingin ia ikuti adalah AIESEC Surabaya, yang dikenal sebagai wadah pengembangan kepemimpinan dan jejaring internasional bagi mahasiswa.
Pesan Inspiratif untuk Pelajar
Di akhir ceritanya, Quinsha membagikan pesan motivasi bagi para pelajar di seluruh Indonesia agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.
Ia menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih mimpi, selama ada kemauan, kerja keras, dan semangat untuk terus belajar.
Kisah Quinsha menjadi bukti bahwa dengan tekad dan disiplin, peluang untuk meraih prestasi tetap terbuka lebar bagi siapa saja—even di usia yang sangat muda. (Rhz2797)
