Notification

×

Iklan

Iklan

Perang Makin Panas! AS Kehilangan 7 Pesawat Tempur dalam Konflik Lawan Iran

April 05, 2026 Last Updated 2026-04-05T12:36:17Z


Konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Angkatan Udara AS telah kehilangan total tujuh pesawat sejak pecahnya perang pada akhir Februari 2026.


Informasi ini diungkap oleh CNN pada Sabtu (4/4/2026), yang merinci sejumlah insiden yang terjadi selama operasi militer berlangsung di kawasan Timur Tengah.


Dalam perkembangan terbaru, dua jet tempur AS—F-15 dan A-10—dilaporkan ditembak jatuh dalam satu hari pada Jumat, dalam dua insiden terpisah. Kejadian ini menambah daftar panjang kerugian pesawat berawak yang dialami militer AS selama konflik.


Sebelumnya, pada awal Maret, tiga pesawat F-15 milik AS secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Kuwait dalam insiden salah sasaran. Meski demikian, seluruh awak berhasil menyelamatkan diri dengan melontarkan diri sebelum pesawat jatuh.


Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyebut para pilot yang selamat bahkan telah kembali menjalankan misi tempur dalam waktu singkat setelah insiden tersebut.


Tragedi lain terjadi pada 12 Maret, ketika pesawat tanker KC-135 jatuh di Irak, menewaskan enam personel militer AS. Insiden itu terjadi dalam rangkaian Operasi Epic Fury, yaitu operasi militer AS terhadap Iran yang dimulai sejak 28 Februari.


Selain itu, pada 27 Maret, satu pesawat peringatan dini E-3 Sentry dilaporkan hancur saat berada di darat akibat serangan Iran di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi. Serangan tersebut juga menyebabkan sekitar 10 personel militer AS mengalami luka-luka.


Dalam insiden terpisah, satu jet tempur F-35 milik AS terpaksa melakukan pendaratan darurat di pangkalan militer di Timur Tengah setelah mengalami kerusakan akibat tembakan yang diduga berasal dari pihak Iran.


Ketegangan di kawasan meningkat tajam sejak AS bersama Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.


Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menyasar berbagai wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.


Situasi ini menunjukkan eskalasi konflik yang semakin serius dan berpotensi memperluas dampak ketegangan di kawasan Timur Tengah maupun global. (Rhz2797)