Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tidak hanya menjadi beban anggaran negara. Pemerintah justru melihat program ini sebagai sumber potensi pemasukan baru melalui pajak yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa sebagian dari anggaran MBG akan kembali ke kas negara dalam bentuk penerimaan pajak. Hal ini terjadi seiring dengan perputaran ekonomi yang dihasilkan dari pelaksanaan program tersebut.
Potensi Pajak Capai Rp16,75 Triliun
Dengan total pagu anggaran mencapai Rp335 triliun, pemerintah memperkirakan sekitar 3 hingga 5 persen dari nilai tersebut akan kembali sebagai pajak. Artinya, potensi penerimaan negara bisa berada di kisaran Rp10,05 triliun hingga Rp16,75 triliun.
Angka ini dinilai cukup signifikan, mengingat program sosial umumnya hanya dipandang sebagai pengeluaran tanpa dampak langsung terhadap pendapatan negara.
Efek Ganda Jadi Nilai Utama
Meski begitu, Purbaya menegaskan bahwa nilai utama dari program MBG bukan hanya pada potensi pajaknya. Dampak terbesar justru terletak pada efek pengganda ekonomi atau multiplier effect yang dihasilkan.
Saat anggaran dibelanjakan untuk kebutuhan pangan, distribusi, hingga operasional, berbagai sektor ekonomi akan ikut bergerak. Mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga sektor logistik berpotensi merasakan manfaatnya.
Dorong Ekonomi Daerah dan Lapangan Kerja
Implementasi program ini juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Aktivitas ekonomi yang meningkat akan membuka peluang kerja baru dan memperkuat daya beli masyarakat.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kebijakan seperti MBG dinilai penting sebagai bantalan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pemerintah Siapkan Evaluasi Berkelanjutan
Meski menunjukkan dampak positif, pemerintah tetap berkomitmen untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program ini. Tujuannya agar distribusi manfaat bisa lebih efektif dan tepat sasaran ke depan.
Dengan strategi yang terus disempurnakan, program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi Indonesia secara keseluruhan. (Rhz2797)
