Notification

×

Iklan

Iklan

China Bikin Heboh! Komputer Kuantum Jiuzhang 4.0 Diklaim Lebih Cepat dari Superkomputer AS

Mei 19, 2026 Last Updated 2026-05-19T11:17:07Z


China kembali mencuri perhatian dunia teknologi setelah memperkenalkan komputer kuantum terbaru bernama Jiuzhang 4.0. Teknologi canggih ini diklaim mampu menyelesaikan persoalan matematika super rumit hanya dalam waktu 25 mikrodetik.


Kecepatan luar biasa tersebut membuat Jiuzhang 4.0 disebut jauh melampaui kemampuan superkomputer tercanggih milik Amerika Serikat, yaitu El Capitan. Untuk menyelesaikan tugas serupa, superkomputer konvensional diperkirakan membutuhkan waktu hingga lebih dari 10 pangkat 42 tahun.


Pencapaian ini langsung menjadi sorotan dunia setelah hasil risetnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi Nature. Publikasi tersebut menunjukkan kemajuan pesat China dalam perlombaan teknologi komputasi kuantum global.


Dikembangkan Ilmuwan Top China


Teknologi Jiuzhang 4.0 dikembangkan oleh tim peneliti dari University of Science and Technology of China atau USTC yang dipimpin ilmuwan kuantum ternama Pan Jianwei.


Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi China sebagai salah satu negara terdepan dalam pengembangan teknologi masa depan, khususnya di bidang quantum computing.


Menurut laporan China Daily, Jiuzhang 4.0 menjadi generasi terbaru dari seri komputer kuantum fotonik yang sebelumnya sudah dikembangkan China dalam beberapa tahun terakhir.


Apa Itu Komputer Kuantum?


Berbeda dengan komputer biasa yang menggunakan bit dengan nilai 0 atau 1, komputer kuantum memakai qubit atau bit kuantum yang dapat berada dalam dua kondisi sekaligus melalui prinsip superposisi.


Kemampuan tersebut membuat komputer kuantum mampu melakukan jutaan bahkan miliaran perhitungan secara bersamaan dalam waktu sangat singkat.


Karena itulah teknologi quantum computing dianggap sangat penting untuk berbagai bidang strategis, mulai dari pengembangan kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, riset obat-obatan, simulasi material baru, hingga sistem pertahanan militer.


Gunakan Teknologi Fotonik


Dalam pengembangannya, Jiuzhang 4.0 menggunakan sistem fotonik yang memanfaatkan partikel cahaya atau foton untuk memproses informasi kuantum.


Teknologi ini dinilai lebih efisien dibanding komputer kuantum berbasis superkonduktor karena tidak membutuhkan sistem pendingin ekstrem dengan suhu sangat rendah.


Meski begitu, sistem fotonik juga memiliki tantangan besar. Foton sangat mudah hilang saat jaringan optik menjadi semakin kompleks, yang dapat menyebabkan kesalahan perhitungan.


Untuk mengatasi masalah tersebut, para ilmuwan China mengembangkan sumber cahaya baru dan interferometer hibrida ruang-waktu agar foton tetap stabil selama proses komputasi berlangsung.


Mampu Manipulasi Ribuan Foton


Dalam laporan terbaru, Jiuzhang 4.0 disebut mampu memanipulasi hingga 3.050 foton sekaligus. Jumlah tersebut meningkat drastis dibanding generasi sebelumnya, yakni Jiuzhang 3.0 yang hanya mampu menangani sekitar 255 foton.


Peningkatan ini membuat China menjadi negara kedua di dunia yang berhasil mencapai keunggulan komputasi kuantum dan negara pertama yang melakukannya menggunakan sistem optik fotonik.


Keberhasilan Jiuzhang 4.0 juga menunjukkan ambisi besar Beijing untuk menjadi pemimpin teknologi global dalam beberapa dekade mendatang.


Jadi Sektor Strategis Masa Depan


Pemerintah China kini memasukkan teknologi kuantum sebagai salah satu sektor prioritas dalam Rencana Lima Tahun ke-15 periode 2026-2030.


Banyak pihak menilai penguasaan teknologi quantum computing akan menjadi penentu dominasi ekonomi, industri, hingga keamanan nasional di masa depan.


Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa Jiuzhang 4.0 saat ini masih difokuskan pada tugas komputasi tertentu, khususnya Gaussian boson sampling. Artinya, komputer kuantum tersebut belum dapat menggantikan komputer biasa untuk aktivitas sehari-hari seperti mengetik, browsing, atau bermain game.


Namun dengan perkembangan yang semakin cepat, teknologi komputer kuantum diprediksi akan menjadi salah satu revolusi terbesar dalam dunia teknologi modern.(Rhz2797)