Notification

×

Iklan

Iklan

Cokelat Cadbury Berusia 126 Tahun Ini Bikin Heboh, Nilai Lelangnya Fantastis

Mei 15, 2026 Last Updated 2026-05-15T12:11:29Z


Sebuah cokelat lawas berusia lebih dari satu abad mendadak menarik perhatian para kolektor dunia. Produk cokelat buatan Cadbury yang diproduksi pada tahun 1900 itu dikabarkan akan dilelang di Inggris dengan nilai fantastis.


Yang membuatnya semakin unik, cokelat tersebut masih tersimpan utuh di dalam kaleng aslinya meski sudah berusia sekitar 126 tahun. Barang langka ini disebut memiliki nilai sejarah tinggi karena berkaitan dengan masa Perang Boer Kedua.


Dilansir dari BBC, cokelat bersejarah tersebut masuk dalam daftar pelelangan yang digelar oleh Lockdales Auctioneers & Valuers.


Pelelangan dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei 2026 di Suffolk, Inggris. Pihak rumah lelang memperkirakan koleksi unik itu dapat terjual dengan harga sekitar 200 hingga 240 poundsterling atau setara Rp4,7 juta hingga Rp5,6 juta.


Menurut pihak rumah lelang, keberadaan cokelat kuno yang masih utuh sangat jarang ditemukan. Apalagi produk tersebut tetap tersimpan dalam kemasan asli yang diproduksi khusus untuk tentara Inggris pada awal abad ke-20.


Jadi Bagian Sejarah Perang


Cokelat ini bukan sekadar makanan lawas biasa. Pada masa perang, produk tersebut dibuat khusus sebagai hadiah untuk pasukan Inggris yang bertugas di Afrika Selatan.


Kala itu, Ratu Victoria memesan ribuan kaleng cokelat untuk dibagikan kepada para tentara Inggris yang bertempur dalam Perang Boer Kedua pada 1899 hingga 1902.


Selain Cadbury, beberapa perusahaan cokelat besar Inggris lainnya seperti JS Fry dan Rowntree juga ikut memproduksi cokelat edisi khusus tersebut.


Kaleng cokelat dibuat dengan desain spesial bertuliskan “South Africa 1900” sebagai penanda periode perang. Di bagian lain juga terdapat ucapan selamat tahun baru yang menyerupai tulisan tangan Ratu Victoria.


Kondisinya Masih Utuh


Chris Elmy, kataloger dari Lockdales, mengatakan koleksi seperti ini sangat langka karena isi cokelatnya masih utuh meskipun sudah berusia lebih dari satu abad.


Menurutnya, kebanyakan barang peninggalan perang biasanya hanya menyisakan kemasan atau kaleng kosong. Karena itu, keberadaan cokelat yang belum dibuka menjadi daya tarik besar bagi kolektor sejarah dan memorabilia perang.


Meski sudah tidak layak dimakan, cokelat tersebut dianggap sebagai artefak sejarah yang menggambarkan kehidupan militer dan budaya Inggris pada awal 1900-an.


Fenomena makanan lawas bernilai tinggi memang bukan hal baru di dunia kolektor. Selain karena usia dan kelangkaannya, nilai sejarah di balik benda tersebut sering menjadi alasan utama harga jualnya melambung tinggi di pelelangan internasional. (Rhz2797)