Musim Haji 2026 diperkirakan akan berlangsung dalam kondisi cuaca yang sangat ekstrem. Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi atau National Centre for Meteorology (NCM) memprediksi suhu di Mekkah dan kawasan suci dapat menembus angka 47 derajat Celsius pada siang hari.
Kondisi panas ekstrem tersebut diperkirakan terjadi sejak awal bulan Dzulhijah hingga puncak ibadah haji. Selain suhu tinggi, jamaah juga diminta mewaspadai angin kencang yang berpotensi membawa debu dan pasir, terutama saat aktivitas ibadah di luar ruangan berlangsung.
Kepala Eksekutif NCM, Ayman Ghulam, mengatakan suhu siang hari diprediksi berada di kisaran 44 hingga 47 derajat Celsius menjelang Hari Tarwiyah pada 8 Dzulhijah.
Sementara itu, suhu malam hari diperkirakan tetap hangat dengan kisaran antara 28 hingga 31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara juga diprediksi cukup bervariasi, mulai dari 10 hingga 40 persen.
Tak hanya panas menyengat, angin dari arah barat daya hingga barat laut diperkirakan bertiup dengan kecepatan mencapai 15 sampai 40 kilometer per jam. Kondisi ini berpotensi memicu debu beterbangan di sejumlah titik yang dipadati jutaan jamaah haji.
Memasuki Hari Arafah hingga 13 Dzulhijah, cuaca diprediksi masih tetap panas dengan langit cerah hingga berawan. Suhu diperkirakan sedikit menurun ke kisaran 42 sampai 44 derajat Celsius, namun kelembapan udara justru dapat meningkat hingga 55 persen.
NCM juga mengingatkan adanya kemungkinan badai petir di wilayah dataran tinggi Taif. Cuaca tersebut berpotensi meluas ke area sekitar tempat suci dan menimbulkan arus udara kuat yang dapat membawa debu dan pasir ke kawasan ibadah jamaah.
Arab Saudi Siapkan Teknologi Pemantauan Cuaca
Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem selama musim haji, pemerintah Arab Saudi melalui NCM telah menyiapkan berbagai sistem pemantauan modern.
Berbagai perangkat seperti radar cuaca, satelit pemantau, stasiun cuaca tetap maupun bergerak hingga teknologi kecerdasan buatan atau AI telah dioperasikan guna meningkatkan akurasi prediksi cuaca.
Pemantauan akan difokuskan di wilayah Mekkah, Madinah, kawasan tempat suci, serta jalur-jalur utama yang dilalui jamaah selama pelaksanaan ibadah haji.
Jamaah haji diimbau menjaga kondisi tubuh, memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung kepala, dan menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari guna mencegah risiko dehidrasi maupun heatstroke selama berada di Tanah Suci.(Rhz2797)
