Notification

×

Iklan

Iklan

Peserta JKN Kini Makin Dimanjakan, BPJS Kesehatan Perluas Layanan Canggih hingga Cathlab

Mei 20, 2026 Last Updated 2026-05-20T11:47:24Z


BPJS Kesehatan terus memperkuat layanan kesehatan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Langkah ini dilakukan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan medis berkualitas tanpa terkendala biaya maupun jarak.


Penguatan layanan tersebut disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam kegiatan peringatan HUT BPJS Kesehatan ke-58 di Bandung, Rabu (20/5/2026).


Mengusung tema “Jaminan Kesehatan Berkualitas, dengan Gotong Royong Sehat Bersama”, BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pelayanan kesehatan hingga ke berbagai daerah di Indonesia.


Layanan Cathlab hingga Radioterapi Diperluas


Salah satu fokus utama BPJS Kesehatan saat ini adalah memperluas layanan kesehatan canggih seperti kateterisasi jantung (cathlab), kemoterapi, dan radioterapi.


Menurut Pujowaskito, langkah ini penting agar peserta JKN bisa mendapatkan penanganan medis lebih cepat, terutama pada kasus darurat dan penyakit berat.


“Perluasan layanan cathlab merupakan komitmen BPJS Kesehatan agar peserta mendapat layanan jantung yang lebih dekat, cepat, dan merata,” ujarnya.


Saat ini jumlah peserta JKN telah mencapai lebih dari 285 juta jiwa atau mencakup sekitar 98 persen penduduk Indonesia.


Penyakit Jantung Jadi Beban Pembiayaan Tertinggi


BPJS Kesehatan mencatat penyakit kardiovaskular masih menjadi kelompok penyakit dengan biaya penanganan terbesar sepanjang 2025.


Total pembiayaan untuk kasus penyakit jantung dan pembuluh darah disebut mencapai Rp 11,83 triliun.


Sementara untuk layanan cathlab saja, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan biaya lebih dari Rp 3,5 triliun dengan jumlah kasus mencapai lebih dari 138 ribu pasien.


Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2021.


BPJS Klaim Berhasil Tekan Fraud Rp 6,5 Triliun


Selain memperluas layanan, BPJS Kesehatan juga memperkuat pengawasan guna mencegah kecurangan atau fraud dalam pelayanan kesehatan.


Sepanjang 2025, BPJS Kesehatan mengklaim berhasil melakukan efisiensi hingga Rp 6,5 triliun lewat penguatan sistem pencegahan fraud.


Langkah itu dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan dana gotong royong peserta JKN agar tetap digunakan secara optimal.


Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Prolanis Muda


BPJS Kesehatan juga mulai fokus pada upaya promotif dan preventif melalui program Prolanis Muda.


Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat usia produktif agar mulai menjaga kesehatan sejak dini, terutama dalam mencegah diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung dan stroke.


Masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat, menjaga pola makan, dan rutin berolahraga agar risiko penyakit kronis bisa ditekan.


Kolaborasi dengan Kampus dan Pemerintah


Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga memperpanjang kerja sama dengan Universitas Padjadjaran terkait implementasi Kurikulum Jaminan Sosial di lingkungan perguruan tinggi.


Selain itu, Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa layanan kesehatan berkualitas bukan hanya soal teknologi canggih, tetapi juga ketepatan tindakan medis sesuai kebutuhan pasien.


Pemerintah berharap penguatan layanan Program JKN dapat menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata, berkualitas, dan berkelanjutan hingga ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil dan kawasan 3T.(Rhz2797)