Notification

×

Iklan

Iklan

Prabowo Blak-blakan Soal MBG: Banyak Masalah hingga Ancam Copot Pejabat Nakal

Mei 16, 2026 Last Updated 2026-05-16T12:44:37Z


Presiden Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi banyak persoalan di lapangan. Karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan penertiban agar program tersebut berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.


Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan operasional 1.601 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dalam sambutannya, ia menilai program MBG dan Koperasi Merah Putih menjadi bagian penting dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.


Menurut Prabowo, sejumlah kepala desa hingga pemerintah daerah mulai merasakan dampak positif dari program tersebut. Namun, ia tidak menampik bahwa pelaksanaan MBG masih menyisakan berbagai tantangan yang perlu segera dibenahi.


“Memang masih banyak masalah dan tantangan dalam program MBG. Karena itu harus ditertibkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Prabowo.


Ia juga menegaskan pemerintah tidak akan memberi toleransi kepada pejabat atau pihak mana pun yang menyalahgunakan kewenangan dalam pelaksanaan program bantuan masyarakat tersebut. Prabowo bahkan mengaku siap mencopot pejabat yang terbukti tidak menjaga integritas.


Menurutnya, persoalan penyalahgunaan wewenang sering terjadi ketika seseorang tidak mampu menjaga amanah saat berhadapan dengan anggaran negara. Karena itu, pemerintah akan bertindak tegas terhadap pelanggaran yang ditemukan.


Prabowo menilai program MBG memiliki dampak besar bagi masyarakat kecil, terutama keluarga kurang mampu. Ia mengaku sering menerima langsung keluhan sekaligus harapan warga agar program tersebut tetap dilanjutkan.


Dalam beberapa kunjungannya ke daerah, Prabowo mengaku bertemu petani dan masyarakat desa yang merasa terbantu karena anak serta cucu mereka bisa mendapatkan makanan bergizi secara rutin melalui program MBG.


Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat program tersebut melalui Koperasi Desa Merah Putih. Langkah itu dinilai penting untuk mendukung penguatan ekonomi desa, termasuk sektor nelayan dan industri berbasis daerah.


Prabowo menegaskan, seluruh program tersebut nantinya akan terhubung dengan agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.(Rhz2797)