Notification

×

Iklan

Iklan

Geger! Dua Pabrik Otomotif Jepang Dikabarkan Mau Pindah dari RI, Ribuan Buruh Terancam PHK

Juni 24, 2026 Last Updated 2026-06-24T00:30:31Z

Kabar kurang menggembirakan datang dari sektor industri otomotif nasional. Dua perusahaan komponen otomotif yang merupakan bagian dari grup besar asal Jepang dikabarkan tengah mempertimbangkan memindahkan fasilitas produksinya dari Indonesia ke Vietnam.


Informasi tersebut disampaikan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, yang menyebut rencana relokasi itu berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan pekerja di Jawa Timur.


Meski demikian, Said menegaskan bahwa rencana tersebut masih berada pada tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.


Dua Perusahaan Berinisial PT J dan PT S


Said Iqbal belum mengungkap identitas kedua perusahaan yang dimaksud. Ia hanya menyebut keduanya merupakan perusahaan komponen otomotif dengan induk usaha yang berbasis di Jepang dan dikenal dengan inisial PT J serta PT S.


Menurutnya, kedua perusahaan tersebut saat ini masih beroperasi di Jawa Timur. Namun, muncul wacana pemindahan lini produksi ke Vietnam dalam beberapa tahun mendatang.


Potensi PHK Capai 7.000 Pekerja


Berdasarkan informasi yang diterima Said Iqbal, PT J saat ini mempekerjakan sekitar 7.000 karyawan. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.000 pekerja disebut berpotensi terdampak PHK apabila relokasi benar-benar dilakukan.


Sementara itu, PT S memiliki sekitar 4.000 karyawan. Dalam skenario awal, sekitar 3.000 pekerja disebut berisiko kehilangan pekerjaan.


Meski begitu, Said mengaku belum sepenuhnya yakin angka tersebut akan benar-benar terjadi. Menurutnya, estimasi yang disampaikan pihak manajemen biasanya merupakan skenario tertinggi sehingga jumlah akhirnya bisa saja lebih rendah.


Jika digabungkan, potensi pekerja yang terdampak dari dua perusahaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang.


Serikat Buruh Siapkan Langkah Negosiasi


Menghadapi situasi tersebut, Said Iqbal yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan pihaknya akan melakukan upaya pencegahan agar relokasi tidak sampai terealisasi.


KSPI berencana membuka komunikasi dan negosiasi dengan manajemen perusahaan maupun prinsipal di Jepang agar investasi tetap dipertahankan di Indonesia.


Menurut Said, proses pemindahan pabrik bukanlah hal yang bisa dilakukan dalam waktu singkat. Berdasarkan informasi yang diterimanya, relokasi baru diperkirakan dapat terlaksana dalam satu hingga dua tahun ke depan.


Karena itu, ia menilai masih tersedia ruang untuk berdialog dengan perusahaan guna mencari solusi yang menguntungkan semua pihak, terutama demi menjaga keberlangsungan lapangan kerja bagi ribuan buruh di Indonesia.


Relokasi Masih Sebatas Rencana


Said Iqbal menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai pemindahan dua pabrik tersebut ke Vietnam. Oleh sebab itu, ia berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga iklim investasi sekaligus memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi apabila nantinya terjadi perubahan kebijakan dari perusahaan.


Ia optimistis peluang mempertahankan operasional kedua pabrik di Indonesia masih terbuka, selama proses komunikasi dan negosiasi dapat berjalan secara konstruktif dalam beberapa waktu ke depan.(Rhz2797)