Notification

×

Iklan

Iklan

Pesawat Mewah Hadiah Qatar Resmi Jadi Air Force One, Trump: Kualitasnya Sulit Dipercaya

Juni 20, 2026 Last Updated 2026-06-20T14:47:27Z


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi memperkenalkan pesawat Air Force One terbaru yang berasal dari hadiah pemerintah Qatar. Pesawat Boeing 747-8 tersebut diresmikan dalam sebuah seremoni di Pangkalan Gabungan Andrews, Washington DC, pada Jumat (19/6/2026), dan digadang-gadang menjadi salah satu pesawat kepresidenan paling mewah yang pernah dimiliki Amerika Serikat.


Dalam pidatonya, Trump menyebut pesawat tersebut sebagai "Gedung Putih terbang" dan mengklaim bahwa kemewahan serta teknologi yang dimiliki pesawat itu belum pernah terlihat sebelumnya.


"Ini dianggap sebagai pesawat paling mewah di dunia," ujar Trump saat meresmikan pesawat tersebut.


Trump Puji Qatar atas Hadiah Bernilai Fantastis


Trump secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Emir Qatar yang telah memberikan pesawat bernilai ratusan juta dolar AS itu. Menurutnya, hubungan baik antara Amerika Serikat dan Qatar menjadi salah satu alasan hadiah tersebut bisa terwujud.


Ia juga memuji proses modifikasi yang dilakukan terhadap Boeing 747-8 sehingga layak digunakan sebagai pesawat kepresidenan dengan standar keamanan dan kenyamanan tinggi.


"Pesawat ini telah diubah menjadi Gedung Putih terbang dengan tingkat kemewahan yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya," kata Trump di hadapan para tamu undangan.


Interior Air Force One Baru Dipenuhi Material Premium


Sejumlah jurnalis yang diberi kesempatan melihat bagian dalam pesawat melaporkan bahwa interior Air Force One terbaru tampil sangat mewah. Kabin dipenuhi kursi berbahan kulit premium, karpet eksklusif, panel kayu berkualitas tinggi, serta dominasi warna krem dan cokelat muda yang dipadukan dengan sentuhan emas.


Trump mengaku terkesan dengan setiap detail yang ada di dalam pesawat, mulai dari kualitas material hingga performa mesin.


"Saat melihatnya, Anda akan sulit percaya dengan kualitas kayunya, bahannya, hingga kemampuan mesinnya," ujar Trump.


Diklaim Lebih Cepat dan Mampu Terbang Lebih Jauh


Selain menonjolkan kemewahan, Trump juga menyebut Air Force One terbaru memiliki kemampuan yang jauh lebih baik dibanding armada sebelumnya.


Menurutnya, Boeing 747-8 tersebut mampu terbang lebih cepat dengan jangkauan penerbangan yang lebih jauh sehingga dinilai sangat mendukung mobilitas Presiden Amerika Serikat dalam berbagai agenda kenegaraan.


Trump bahkan mengungkapkan bahwa pesawat tersebut berpeluang ikut dalam penerbangan kehormatan saat peringatan 250 tahun Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 2026.


Tuai Sorotan Etika dan Keamanan


Di balik kemegahan pesawat baru itu, keputusan menerima hadiah dari pemerintah Qatar memicu berbagai kritik di Amerika Serikat. Sejumlah kalangan mempertanyakan aspek etika, konstitusi, hingga potensi risiko keamanan dari penggunaan pesawat yang berasal dari negara asing.


Sebelumnya, Trump menegaskan bahwa menolak hadiah tersebut justru merupakan keputusan yang tidak masuk akal. Ia juga pernah menyampaikan rencana agar pesawat tersebut nantinya disumbangkan ke perpustakaan kepresidenannya setelah masa jabatannya berakhir.


Pernyataan tersebut semakin memicu perdebatan di kalangan pengamat politik dan pakar hukum terkait kepatutan penerimaan hadiah bernilai sangat besar oleh seorang presiden.


Gantikan Air Force One yang Telah Mengabdi Selama Puluhan Tahun


Peresmian Air Force One terbaru sekaligus menjadi penanda berakhirnya era salah satu pesawat kepresidenan legendaris Amerika Serikat. Sehari sebelumnya, pejabat Gedung Putih secara resmi melepas salah satu dari dua Boeing 747 yang telah dimodifikasi menjadi Air Force One dan digunakan sejak era 1990-an.


Keinginan mengganti armada lama sebenarnya telah menjadi perhatian Trump sejak masa jabatan pertamanya. Dengan hadirnya Boeing 747-8 hadiah dari Qatar, ambisi tersebut akhirnya terwujud meski masih dibayangi kontroversi mengenai proses pengadaannya.(Rhz2797)