Notification

×

Iklan

Iklan

Sering Tambah Kecap Manis Saat Makan? Menkes Ungkap Bahaya Natrium yang Jarang Disadari

Juni 23, 2026 Last Updated 2026-06-23T02:17:00Z

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kebiasaan menambahkan kecap manis ke berbagai jenis makanan. Menurutnya, yang perlu diwaspadai bukan hanya kandungan gula, tetapi juga kadar natrium yang cukup tinggi.


Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Menkes menjelaskan bahwa satu sendok makan kecap manis diperkirakan mengandung sekitar 350 hingga 500 miligram natrium. Jumlah tersebut terbilang besar jika dikonsumsi berulang dalam satu kali makan.


Ia mencontohkan, seseorang yang menambahkan empat sendok makan kecap manis ke dalam hidangan seperti soto atau penyetan sudah hampir memenuhi, bahkan bisa melampaui, batas aman konsumsi natrium harian.


Batas Aman Konsumsi Natrium Menurut WHO


Berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa dianjurkan membatasi asupan natrium maksimal 2.000 miligram per hari.


Perlu diketahui, natrium tidak hanya berasal dari kecap manis, tetapi juga terdapat pada berbagai makanan lain seperti mi instan, makanan olahan, camilan kemasan, saus, hingga makanan cepat saji. Karena itu, konsumsi kecap manis secara berlebihan dapat membuat total asupan natrium harian dengan mudah melebihi batas yang dianjurkan.


Dampak Jangka Pendek Akibat Kelebihan Natrium


Mengonsumsi natrium dalam jumlah tinggi dapat menimbulkan sejumlah keluhan yang langsung dirasakan tubuh, di antaranya:


1. Rasa Haus Berlebihan


Saat kadar natrium meningkat, tubuh akan memicu rasa haus agar seseorang minum lebih banyak air. Mekanisme ini bertujuan menjaga keseimbangan cairan dan kadar garam dalam darah.


Bahkan peningkatan kadar natrium dalam darah sebesar 2–3 persen saja sudah dapat memicu rasa haus yang lebih intens.


2. Retensi Cairan


Asupan garam yang tinggi membuat ginjal menahan lebih banyak cairan. Akibatnya, tubuh dapat mengalami retensi cairan yang ditandai dengan perut terasa kembung atau muncul pembengkakan pada tangan, kaki, maupun bagian tubuh lainnya.


3. Hipernatremia


Dalam kondisi tertentu, kadar natrium yang terlalu tinggi dapat menyebabkan hipernatremia, yaitu kondisi ketika kadar natrium dalam darah melebihi batas normal.


Gejalanya bisa berupa rasa haus yang sangat berat, kebingungan, otot berkedut, kejang, hingga pada kondisi berat berisiko menyebabkan pembengkakan otak. Penanganan kondisi ini harus dilakukan secara bertahap melalui pemberian cairan sesuai pengawasan tenaga medis.


Risiko Jangka Panjang bagi Kesehatan


Jika kebiasaan mengonsumsi natrium berlebihan terus berlangsung, risiko gangguan kesehatan yang lebih serius dapat meningkat.


1. Memicu Hipertensi


Konsumsi garam yang tinggi merupakan salah satu faktor utama meningkatnya tekanan darah. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menjadi pintu masuk berbagai penyakit kronis.


2. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Ginjal


Asupan natrium berlebih dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko stroke, gagal jantung, batu ginjal, hingga penurunan fungsi ginjal.


Karena itu, mengurangi konsumsi makanan tinggi garam menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.


3. Berpotensi Meningkatkan Risiko Kanker Lambung


Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi garam diduga berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker lambung.


Meski mekanisme pastinya masih terus diteliti, para ahli menduga natrium dalam jumlah berlebihan dapat merusak lapisan lambung atau memengaruhi keseimbangan bakteri di saluran pencernaan sehingga meningkatkan risiko terjadinya kanker.


Bijak Mengonsumsi Kecap Manis


Kecap manis tetap dapat menjadi pelengkap makanan selama dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun, masyarakat disarankan untuk lebih memperhatikan total asupan natrium harian, terutama jika juga sering mengonsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, atau produk tinggi garam lainnya.


Mengurangi penggunaan kecap manis secara berlebihan serta memperbanyak konsumsi makanan segar dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga tekanan darah tetap stabil dan menurunkan risiko berbagai penyakit kronis di kemudian hari.(Rhz2797)