Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMA Labschool Kebayoran di tingkat internasional. Delegasi misi budaya sekolah tersebut sukses membawa pulang dua gelar Grand Prix serta sejumlah penghargaan lainnya dalam ajang 38th International Competition and Festival of Folklore, Dance and Music: Etoiles de Paris 2026 yang berlangsung di Prancis pada 12–21 Juli 2026.
Keberhasilan ini semakin istimewa karena SMA Labschool Kebayoran menjadi satu-satunya delegasi dari Benua Asia yang berpartisipasi dalam festival budaya bergengsi tersebut. Tim Indonesia terdiri atas 26 siswa dan dua guru pendamping yang tampil membawakan berbagai tarian tradisional dari berbagai daerah di Nusantara.
Kepala SMA Labschool Kebayoran, Suparno, memimpin langsung rombongan selama berada di Paris. Ia mengaku bersyukur atas pencapaian luar biasa para siswa yang berhasil bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
Menurut Suparno, selain meraih dua Grand Prix, kontingen juga berhasil membawa pulang empat gelar juara pertama dan dua juara kedua di berbagai kategori perlombaan. Ia menilai pengalaman tersebut menjadi momen berharga bagi para siswa untuk belajar, bertukar budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan seni Indonesia kepada masyarakat dunia.
Persiapan Penuh Tantangan
Di balik keberhasilan tersebut, proses persiapan tidak berjalan mudah. Pihak sekolah mengungkapkan tantangan terbesar adalah membangun komitmen seluruh peserta agar memahami bahwa keberangkatan ke Paris merupakan misi budaya dan kompetisi internasional, bukan sekadar perjalanan wisata.
Latihan dilakukan secara intensif agar setiap penampilan mampu menampilkan kualitas terbaik sekaligus mencerminkan identitas budaya Indonesia di hadapan dewan juri dan peserta dari berbagai negara.
Tari Sanghyang Geni Raih Grand Prix
Salah satu penampilan yang paling memukau adalah Tari Sanghyang Geni dari Bali. Tarian yang dibawakan secara energik oleh seluruh anggota tim berhasil meraih Grand Prix pada kategori Main Group Performance, penghargaan tertinggi dalam festival tersebut.
Selain itu, para siswa juga menunjukkan kemampuan luar biasa pada kategori solo, duo, trio, hingga quadro dancer dengan membawakan tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Daftar Prestasi SMA Labschool Kebayoran di Paris 2026
Berikut capaian lengkap delegasi SMA Labschool Kebayoran dalam Festival Etoiles de Paris 2026:
Grand Prix – Main Group Performance: Tari Sanghyang Geni (Bali)
- Grand Prix / Juara 1 – Solo Dancer: Tari Bajidor Kahot (Jawa Barat)
- Juara 2 – Solo Dancer: Tari Piring Sofyani (Sumatera Barat)
- Juara 1 – Duo Dancer: Tari Kembang Kipas (Betawi)
- Juara 1 – Trio Dancer: Tari Angin Mamiri (Sulawesi Selatan)
- Juara 1 – Quadro Dancer: Tari Mambo Simbo (Papua)
- Juara 2 – Trio Dancer: Tari Rantak Indang (Sumatera Barat)
- Misi Budaya yang Konsisten Sejak 2004
Partisipasi tahun ini merupakan Misi Budaya ke-20 yang dijalankan SMA Labschool Kebayoran sejak tahun 2004. Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk membentuk karakter siswa melalui seni, memperluas wawasan global, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia di panggung internasional.
Keberhasilan meraih dua Grand Prix di Paris menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat dunia. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi seni dan budaya Nusantara sebagai warisan yang mampu menarik perhatian masyarakat internasional melalui ajang festival budaya bergengsi.(Rhz2797)
