Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan peserta didik agar mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai waktu dan tempat yang telah ditentukan.
BGN juga meminta siswa tidak membawa menu MBG pulang ke rumah. Imbauan tersebut berkaitan dengan aspek keamanan pangan, terutama kondisi makanan setelah berada di luar pengawasan pihak penyelenggara.
Kepala BGN Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menjelaskan kualitas makanan MBG dapat mengalami perubahan apabila penyimpanan setelah makanan dibawa pulang tidak dilakukan dengan tepat.
Karena itu, pihak sekolah dan guru diminta turut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengonsumsi makanan MBG sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
BGN Khawatir Makanan Mengalami Kerusakan
Menurut Sudaryono, kondisi makanan setelah dibawa pulang sulit dipastikan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana makanan tersebut disimpan sebelum akhirnya dikonsumsi.
Apabila makanan tidak disimpan dalam kondisi yang sesuai, kualitasnya dapat menurun. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko keamanan pangan bagi orang yang mengonsumsinya.
"Kami mengimbau kepada para siswa, dan juga memohon kepada Bapak Ibu Guru untuk memberitahu kepada peserta didik, siswa-siswa di kelasnya, untuk kemudian tidak membawa pulang menu makanan MBG ke rumah," ujar Sudaryono, Senin (10/8/2026), sebagaimana dikutip dari laman BGN.
Ia menambahkan, makanan yang sudah keluar dari pengawasan penyelenggara memiliki kondisi yang tidak dapat sepenuhnya dipantau. Karena itu, waktu dan cara penyimpanan menjadi faktor penting sebelum makanan tersebut dikonsumsi.
Orang Tua Siswa Disebut Ikut Terdampak
Sudaryono juga mengungkapkan adanya sejumlah kasus keracunan yang turut melibatkan orang tua siswa. Menurutnya, orang tua tersebut mengonsumsi makanan MBG yang sebelumnya dibawa pulang oleh anak mereka.
"Kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi," jelas Sudaryono.
Ia mengatakan, dalam beberapa kasus yang ditemukan, orang tua siswa yang ikut mengonsumsi makanan MBG di rumah juga mengalami keracunan.
"Bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan," ungkapnya.
Sekolah Diminta Aktif Edukasi Siswa
Untuk mencegah persoalan serupa, BGN meminta dukungan sekolah dan tenaga pendidik dalam memberikan edukasi kepada peserta didik.
Guru diharapkan dapat menjelaskan kepada siswa bahwa makanan MBG perlu dikonsumsi sesuai ketentuan, termasuk waktu dan tempat yang telah ditetapkan.
Edukasi tersebut dinilai penting karena keamanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara makanan. Penanganan setelah makanan diterima hingga dikonsumsi juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
BGN menekankan bahwa tujuan program MBG bukan hanya memastikan penerima manfaat mendapatkan makanan dengan kandungan gizi yang baik. Faktor keamanan makanan juga harus menjadi perhatian utama.
"Jadi, mari kita sama-sama jaga bahwa MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi," tegas Sudaryono.
Dengan demikian, BGN berharap siswa, orang tua, guru, dan seluruh pihak terkait dapat bersama-sama menjaga kualitas serta keamanan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.(Rhz2797)
