Sunscreen kini menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan kulit, terutama sebelum beraktivitas di luar rumah. Namun, persoalan yang sering muncul adalah penggunaan ulang atau reapply sunscreen pada siang hari, khususnya bagi orang yang sudah memakai makeup.
Kondisi tersebut kemudian melahirkan inovasi dari industri kecantikan Korea Selatan berupa cushion sunscreen. Produk ini mengemas sunscreen dalam bentuk compact dengan spons dan puff, sehingga penggunaannya terasa lebih praktis dan mudah dibawa ke mana-mana.
Tren cushion sunscreen pun semakin populer karena dianggap dapat membantu mengaplikasikan kembali tabir surya tanpa harus menghapus atau merusak riasan wajah.
Apa Itu Cushion Sunscreen?
Cushion sunscreen pada dasarnya merupakan produk tabir surya yang dikemas menyerupai cushion foundation. Di dalam compact terdapat spons berisi produk yang kemudian diambil menggunakan puff.
Cara menggunakannya cukup dengan menekan puff pada spons, kemudian menepuk-nepukkannya secara merata ke permukaan wajah.
Berbeda dengan sunscreen berbentuk lotion atau krim yang umumnya diaplikasikan menggunakan tangan, cushion sunscreen memungkinkan pengguna melakukan reapply tanpa membuat tangan terasa lengket.
Keunggulan lainnya adalah produk ini dapat digunakan di atas makeup dengan teknik tepuk secara perlahan sehingga lebih kecil kemungkinan mengganggu hasil riasan.
Apakah Cushion Sunscreen Sama Efektifnya?
Secara teori, cushion sunscreen dapat memberikan perlindungan terhadap sinar ultraviolet apabila memiliki formula yang sesuai, diuji dengan metode yang tepat, dan digunakan dalam jumlah yang cukup.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan: jumlah sunscreen yang diaplikasikan sangat menentukan tingkat perlindungannya.
Masalahnya, penggunaan cushion dengan cara menepuk puff beberapa kali belum tentu menghasilkan jumlah sunscreen yang cukup untuk mencapai tingkat perlindungan SPF seperti yang tertera pada kemasan.
Dengan kata lain, persoalannya bukan semata-mata pada bentuk cushion, tetapi lebih kepada seberapa banyak produk yang benar-benar menempel dan merata di kulit.
Jangan Hanya Mengandalkan Beberapa Tepukan
Salah satu tantangan dalam menggunakan cushion sunscreen adalah sulitnya memperkirakan jumlah produk yang sudah diaplikasikan ke wajah.
Tidak ada patokan universal berupa berapa kali puff harus ditekan ke spons agar perlindungannya otomatis sesuai dengan angka SPF pada kemasan.
Karena itu, yang lebih penting adalah memastikan sunscreen diaplikasikan secara merata ke seluruh area wajah.
Pengguna dapat mengaplikasikannya secara bertahap dalam beberapa lapisan tipis. Puff juga perlu diisi kembali dengan produk secara berkala agar tidak hanya memberikan lapisan yang sangat tipis di permukaan kulit.
Ada Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Di balik kepraktisannya, cushion sunscreen juga mempunyai beberapa kekurangan. Salah satunya berkaitan dengan kebersihan puff yang bersentuhan langsung dengan kulit.
Puff dapat terkena minyak wajah, sisa makeup, kotoran, hingga mikroorganisme. Jika jarang dibersihkan dan terus dimasukkan kembali ke dalam kemasan, kondisi tersebut berpotensi membuat produk menjadi kurang higienis.
Karena itu, puff sebaiknya dibersihkan secara rutin dan diganti apabila sudah tidak layak digunakan. Hal ini menjadi semakin penting bagi orang yang kulitnya mudah mengalami masalah atau sensitif terhadap produk tertentu.
Sunscreen Krim Tetap Penting di Pagi Hari
Meskipun cushion sunscreen praktis, pengguna sebaiknya tidak menjadikannya sebagai satu-satunya andalan untuk perlindungan matahari sepanjang hari.
Untuk penggunaan pertama di pagi hari, sunscreen berbentuk krim atau lotion yang diaplikasikan dalam jumlah memadai tetap menjadi pilihan yang lebih mudah untuk memastikan cakupan produk yang merata sebelum makeup digunakan.
Sementara itu, cushion sunscreen dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk reapply SPF, terutama ketika sedang berada di luar rumah dan tidak ingin mengganggu makeup.
Penggunaannya bisa dilakukan saat hendak keluar makan siang, pulang kerja, atau ketika banyak menghabiskan waktu di area yang terpapar sinar matahari.
Kapan Sebaiknya Pilih Sunscreen Krim atau Lotion?
Untuk aktivitas yang membuat kulit terpapar matahari dalam waktu lama, sunscreen krim atau lotion dengan perlindungan yang sesuai dan ketahanan terhadap air atau keringat dapat menjadi pilihan yang lebih praktis untuk mendapatkan aplikasi yang cukup.
Misalnya ketika pergi ke pantai, berenang, mendaki, atau melakukan kegiatan luar ruangan dalam durasi panjang.
Pada kondisi seperti itu, jangan lupa mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan dan melakukan reapply sesuai kebutuhan, terutama setelah berkeringat banyak, berenang, atau mengeringkan tubuh dengan handuk.
Cushion Sunscreen Lebih Cocok sebagai Pelengkap
Pada akhirnya, cushion sunscreen bukan berarti otomatis lebih efektif dibandingkan sunscreen biasa. Nilai jual utamanya justru berada pada kepraktisan saat melakukan reapply, terutama bagi pengguna makeup.
Produk ini bisa menjadi pilihan yang membantu menjaga kebiasaan menggunakan ulang sunscreen tanpa harus menghapus riasan terlebih dahulu.
Namun, efektivitas perlindungan tetap dipengaruhi oleh formula produk, cara aplikasi, jumlah yang digunakan, pemerataan pada kulit, serta frekuensi pemakaian ulang.
Jadi, jika ingin mencoba tren cushion sunscreen, anggap produk ini sebagai pelengkap rutinitas perlindungan kulit, bukan pengganti mutlak sunscreen utama yang digunakan pada pagi hari.(Rhz2797)
