Notification

×

Iklan

Iklan

Gempa M 7 Guncang NTT, Pemerintah Bergerak Siapkan Rumah Sakit Lapangan

Agustus 16, 2026 Last Updated 2026-08-16T13:12:30Z

Pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa magnitudo (M) 7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan rumah sakit lapangan untuk menambah kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.


Rencana tersebut muncul setelah kondisi Rumah Sakit Manggarai dinilai belum mampu menampung dan memberikan pelayanan secara maksimal kepada seluruh pasien korban gempa. Sejumlah pasien bahkan masih harus mendapatkan perawatan di tenda sementara.


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk menyiapkan rumah sakit lapangan.


“Karena kondisi Rumah Sakit Manggarai kurang memadai, sangat tidak memadai, dan tadi punya tenda-tenda ya, pasien berada di tenda-tenda, jadi kita sudah berkoordinasi dengan Pak Menteri Kesehatan untuk dibuka rumah sakit lapangan,” ujar Pratikno saat meninjau calon lokasi RS lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Minggu (16/8/2026).


Stadion Golo Dukal Jadi Salah Satu Opsi Lokasi


Dalam peninjauan tersebut, pemerintah melihat Stadion Golo Dukal sebagai salah satu alternatif lokasi pembangunan rumah sakit lapangan. Area tersebut dinilai memiliki lahan yang cukup luas untuk mendukung fasilitas kesehatan darurat.


Menurut Pratikno, kebutuhan lahan menjadi salah satu pertimbangan penting karena rumah sakit lapangan membutuhkan ruang yang memadai untuk menangani pasien dalam jumlah besar.


Selain warga Kabupaten Manggarai, fasilitas tersebut juga diharapkan dapat membantu menangani pasien dari wilayah yang terdampak cukup parah, termasuk Kecamatan Reo.


“Jadi ini menjadi salah satu alternatif ya untuk lokasi Rumah Sakit Lapangan, karena ini butuh lahan yang cukup luas, karena ini kan juga pasien-pasien dari Kecamatan Reo yang paling terdampak juga larinya ke sini,” kata Pratikno.


Pemerintah akan kembali berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menentukan lokasi dan mempercepat realisasi rumah sakit lapangan tersebut.


Layanan Kesehatan Pengungsi Jadi Prioritas


Selain menyiapkan fasilitas kesehatan tambahan, pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa tetap menjadi perhatian. Hal tersebut mencakup kebutuhan warga yang masih menjalani perawatan maupun masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.


Pratikno menegaskan bahwa pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam penanganan bencana. Pemerintah juga terus memastikan bantuan kebutuhan pokok dapat diterima masyarakat yang terdampak.


“Selain itu, tentu saja kebutuhan dasar masyarakat, selain kesehatan, kebutuhan-kebutuhan untuk selama di rumah sakit sementara ini, dan juga di pengungsian,” ujarnya.


50 Ribu Paket Sembako Mulai Disalurkan


Untuk mendukung kebutuhan masyarakat pascagempa, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako. Pratikno menyebut sebanyak 50 ribu paket sembako bantuan Presiden telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo.


Bantuan tersebut selanjutnya akan dibagikan ke sejumlah wilayah terdampak sesuai pembagian tugas yang telah ditetapkan pemerintah.


“Di daerah itu juga Pak Presiden memberikan tambahan bantuan 50 ribu paket sembako, dan beliau perintahkan kepada kita untuk berbagi tugas ke beberapa daerah,” tutur Pratikno.


Pemerintah menegaskan penanganan warga terdampak gempa menjadi prioritas. Selain memastikan keselamatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan kesehatan dan kebutuhan dasar terus dikebut agar kondisi warga dapat segera pulih.


“Menyelamatkan warga, memberikan layanan kesehatan kepada warga adalah tanggung jawab kemanusiaan yang pertama harus kita lakukan,” tegas Pratikno.(Rhz2797)