Notification

×

Iklan

Iklan

9 WNI Relawan Flotilla Pulang dari Israel, Pengakuannya Bikin Geger: Ada yang Disetrum!

Mei 22, 2026 Last Updated 2026-05-22T00:56:57Z

Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 akhirnya tiba di Istanbul, Turki, setelah sempat ditahan oleh aparat Israel. Kabar ini disampaikan langsung oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul pada Jumat, 22 Mei 2026.


Kedatangan para relawan tersebut menjadi sorotan setelah muncul pengakuan mengenai dugaan kekerasan fisik yang mereka alami selama masa penahanan. Beberapa relawan disebut mengalami tindakan kasar seperti dipukul, ditendang, hingga disetrum.


Kepala Perwakilan KJRI Istanbul, Darianto Harsono, memastikan seluruh WNI kini berada dalam kondisi selamat dan sedang mendapatkan pendampingan dari pemerintah Indonesia.


“Alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat,” ujar Darianto dalam video yang diunggah Menteri Luar Negeri RI.


Meski demikian, ia mengungkapkan para relawan sempat mengalami tekanan dan kekerasan selama beberapa hari penahanan. Menurut keterangannya, terdapat relawan yang mengalami perlakuan fisik cukup keras.


“Selama tiga sampai empat hari mereka mengalami kekerasan fisik. Ada yang ditendang, dipukul, bahkan disetrum,” ungkapnya.


Saat ini, KJRI Istanbul tengah mengupayakan proses pemulangan sembilan WNI tersebut ke Indonesia secepat mungkin. Pemerintah disebut terus berkoordinasi agar seluruh proses berjalan aman dan lancar.


Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, juga sempat melakukan komunikasi langsung melalui video call dengan para relawan sesaat setelah mereka tiba di Istanbul.


Dalam keterangannya, Sugiono menegaskan pemerintah Indonesia akan terus mengawal kepulangan para WNI hingga tiba dengan selamat di Tanah Air.


“Pemerintah Indonesia akan memastikan proses pemulangan seluruh WNI berjalan lancar dan mereka bisa segera kembali dengan aman,” ujarnya.


Kasus penahanan relawan Global Sumud Flotilla ini pun memicu perhatian publik internasional, terutama terkait keselamatan para aktivis kemanusiaan yang terlibat dalam misi bantuan kemanusiaan di kawasan konflik.(Rhz2797)