Notification

×

Iklan

Iklan

Kuliah di Indonesia, Lanjut Tahun Kedua di Australia: University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM

Agustus 21, 2026 Last Updated 2026-08-21T09:23:00Z

University of Melbourne memperkuat kerja sama pendidikan dengan Indonesia melalui kemitraan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kolaborasi ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman pendidikan di Indonesia sekaligus Australia.


Kemitraan tersebut diumumkan di Jakarta pada Kamis (20/8/2026) oleh Pro Vice-Chancellor (Global) University of Melbourne, Professor Frank Vetere. Program ini berfokus pada bidang pertanian sekaligus diarahkan untuk mencetak generasi baru yang memiliki kemampuan menghadapi tantangan pertanian berkelanjutan.


Mahasiswa Bisa Lanjut Kuliah di Australia


Salah satu hal menarik dari skema kerja sama ini adalah pola pendidikan lintas negara. Dalam model yang diusulkan, mahasiswa akan menyelesaikan tahun pertama perkuliahan di Indonesia sebelum melanjutkan tahun kedua di University of Melbourne, Australia.


Skema tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar dari akademisi dan pakar pertanian di dua negara. Selain memperluas wawasan, mahasiswa juga akan mendapatkan perspektif internasional melalui pembelajaran lintas disiplin.


Kerja sama ini menjadi kemitraan formal pendidikan transnasional atau transnational education (TNE) pertama bagi Faculty of Science University of Melbourne di Indonesia.


Fokus pada Pertanian dan Ketahanan Pangan


Dean of Science University of Melbourne, Professor Moira O’Bryan, mengatakan kerja sama Australia dan Indonesia memiliki arti penting dalam menghadapi tantangan sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh.


Menurutnya, kedua negara memiliki tantangan yang relatif serupa dalam membangun sektor pertanian yang mampu memenuhi kebutuhan masa depan. Karena itu, kekuatan pendidikan dan riset dari kedua negara dinilai perlu dipadukan.


Kolaborasi ini juga diharapkan dapat membekali lulusan dengan kemampuan untuk berkontribusi terhadap perkembangan sektor pertanian dan sistem pangan di kawasan.


IPB Perkuat Kompetensi Agribisnis


IPB menjadi salah satu mitra dalam program tersebut karena memiliki pengalaman panjang dalam bidang pertanian tropis, agribisnis, pengelolaan lingkungan, serta sistem pangan berkelanjutan.


Dean of Economics and Management IPB, Professor Irfan Syauqi Beik, menyebut kemitraan dengan University of Melbourne dapat memperluas daya saing lulusan pertanian Indonesia di tingkat global.


Menurutnya, penggabungan keahlian IPB dalam agribisnis dan ilmu pertanian dengan kekuatan riset University of Melbourne dapat membantu mahasiswa memahami berbagai persoalan terkait ketahanan pangan dan keberlanjutan.


UGM Dorong Pengalaman Pendidikan Global


Sementara itu, UGM juga melihat kerja sama ini sebagai peluang untuk memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus memperkuat kemampuan menghadapi tantangan di sektor pertanian dan pangan.


Dean of Agricultural Technology UGM, Professor Eni Harmayani, mengatakan kolaborasi internasional dapat membantu mempersiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pangan, pertanian, dan industri agri-food.


Mahasiswa UGM yang mengikuti program ini berkesempatan mendapatkan pengalaman pendidikan berstandar global, pengalaman lintas budaya, serta peluang memperluas jejaring akademik dan riset.


Perkuat Hubungan Pendidikan Indonesia-Australia


Head of the School of Agriculture, Food and Ecosystem Sciences University of Melbourne, Professor Giovani Turchini, menilai kerja sama tersebut dapat memperkuat hubungan antara institusi pendidikan di Australia dan Indonesia.


Kolaborasi ini juga menjadi kelanjutan dari berbagai hubungan riset dan pendidikan yang sebelumnya telah terjalin. Ke depan, kemitraan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga membuka peluang lebih luas untuk pertukaran akademik dan penelitian bersama.


Dengan model pendidikan yang menggabungkan pengalaman belajar di Indonesia dan Australia, kerja sama University of Melbourne, IPB, dan UGM diharapkan dapat mencetak lulusan yang memiliki kompetensi global sekaligus memahami persoalan pertanian di Indonesia.


Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat inovasi, keberlanjutan, ketahanan pangan, dan pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian.(Rhz2797)