Notification

×

Iklan

Iklan

Banyak Pria Salah Paham! Dokter Ungkap Hubungan Ukuran Buah Zakar dengan Kesuburan

Juli 15, 2026 Last Updated 2026-07-15T08:43:10Z


Masih banyak pria yang bertanya-tanya apakah ukuran buah zakar berpengaruh terhadap tingkat kesuburan. Sebagian menganggap hal tersebut hanyalah mitos, namun dunia medis menyebut ukuran buah zakar memang dapat menjadi salah satu indikator awal untuk menilai kesehatan reproduksi pria, meski bukan satu-satunya penentu.


Dokter spesialis andrologi dan kesehatan reproduksi pria, dr. Jefry Tribowo, menjelaskan bahwa buah zakar memiliki peran utama sebagai tempat produksi sperma. Karena itu, ukuran organ tersebut dapat memberikan gambaran awal mengenai kemampuan tubuh dalam menghasilkan sperma yang sehat.


Menurutnya, ukuran buah zakar yang normal umumnya memiliki volume lebih dari 10 mililiter atau kurang lebih sebesar satu ruas ibu jari orang dewasa. Apabila ukurannya lebih kecil dari normal, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada fungsi produksi sperma sehingga perlu mendapat perhatian lebih lanjut.


Dr. Jefry juga mengingatkan agar pria tidak mengabaikan kondisi ketika buah zakar terasa sangat kecil atau bahkan sulit diraba. Situasi seperti itu berpotensi menyebabkan produksi sperma tidak berjalan secara optimal dan dapat memengaruhi peluang memiliki keturunan.


Meski demikian, ia menegaskan bahwa ukuran buah zakar bukanlah patokan mutlak untuk menentukan seseorang subur atau tidak. Diagnosis infertilitas tetap harus dilakukan melalui pemeriksaan medis secara menyeluruh, terutama analisis sperma di laboratorium untuk menilai jumlah, bentuk, serta pergerakan sperma.


Masalah infertilitas sendiri masih menjadi tantangan kesehatan yang cukup besar. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 10 hingga 15 persen pasangan usia subur di Indonesia mengalami kesulitan memperoleh keturunan. Angka tersebut diperkirakan setara dengan empat hingga enam juta pasangan yang membutuhkan penanganan medis.


Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mencatat bahwa sekitar 17,5 persen populasi dewasa atau satu dari enam orang di dunia mengalami infertilitas. Data tersebut menunjukkan pentingnya deteksi dini terhadap berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi, baik pada pria maupun wanita.


Selain memperhatikan ukuran buah zakar, pria juga dianjurkan mewaspadai sejumlah gejala lain, seperti nyeri pada buah zakar saat beraktivitas, penurunan gairah seksual, gangguan ereksi, hingga kesulitan saat berhubungan intim. Keluhan-keluhan tersebut dapat berkaitan dengan gangguan hormon atau masalah pada sistem reproduksi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.


Para ahli menyarankan agar pria yang mengalami gejala tersebut segera berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab gangguan kesuburan lebih cepat sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan dan peluang memperoleh keturunan menjadi lebih baik.(Rhz2797)