Notification

×

Iklan

Iklan

Ratusan Siswa Semarang Diduga Keracunan MBG, Keluhan Pusing hingga Muntah

Agustus 03, 2026 Last Updated 2026-08-03T03:46:22Z

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang menjadi perhatian setelah ratusan siswa dan guru di SMK Negeri 6 Semarang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan yang dibagikan di sekolah.


Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat sebanyak 707 orang diduga terdampak, terdiri dari 693 siswa dan 14 guru. Peristiwa tersebut terjadi setelah para penerima manfaat mengonsumsi menu MBG pada Jumat (31/7/2026).


Sejumlah korban kemudian mendapatkan penanganan medis di beberapa fasilitas kesehatan. Sebagian menjalani perawatan di rumah sakit, sementara korban lainnya memperoleh penanganan sesuai kondisi masing-masing.


Keluhan Pusing, Mual hingga Muntah


Gejala yang dilaporkan para korban antara lain pusing, mual, dan muntah. Keluhan tersebut muncul setelah mereka mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di lingkungan sekolah.


Kondisi ini membuat sejumlah siswa dan guru harus mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis. Pemerintah daerah bersama pihak terkait kemudian melakukan langkah penanganan untuk memastikan kondisi para korban.


Kepala BGN Jenguk Korban


Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono turun langsung memantau kondisi korban pada Sabtu (1/8/2026).


Dalam kunjungannya, Sudaryono mendatangi beberapa rumah sakit yang merawat korban, antara lain RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum.


Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi para korban sekaligus memastikan proses penanganan medis berjalan dengan baik.


BGN Investigasi Penyebab Insiden


Sudaryono mengatakan investigasi terhadap dugaan keracunan MBG masih berlangsung. Tim terkait tengah berupaya mencari tahu penyebab kejadian berdasarkan pemeriksaan secara menyeluruh.


Menurutnya, hasil investigasi diperlukan untuk memastikan sumber persoalan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.


BGN juga menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan kejadian tersebut apabila nantinya ditemukan adanya kelalaian.


Jika terbukti terdapat pelanggaran atau kelalaian, SPPG terkait dapat dikenakan penghentian sementara atau suspend sembari menunggu proses evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan.


Penyebab Masih Menunggu Hasil Laboratorium


Sampai saat ini, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada ratusan siswa dan guru tersebut belum dapat disimpulkan.


Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan menjadi salah satu bagian penting dalam proses investigasi. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penyebab kejadian.


Pemerintah memastikan proses penelusuran terus dilakukan agar sumber masalah dapat diketahui secara jelas dan langkah perbaikan bisa segera diterapkan.


Kasus ini juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan program MBG, khususnya terkait pengawasan kualitas makanan, keamanan pangan, serta standar pengolahan dan distribusi makanan kepada para penerima manfaat.(Rhz2797)