Notification

×

Iklan

Iklan

Trump Tekan Iran dengan “Perang Ekonomi”, Sanksi Berat Jadi Senjata Utama AS

Agustus 20, 2026 Last Updated 2026-08-20T07:39:41Z

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran. Kali ini, pemerintah AS memilih jalur ekonomi dengan meluncurkan operasi yang disebut Trump sebagai upaya paling keras untuk mengisolasi Iran dari dunia internasional.


Trump menyatakan langkah tersebut akan diarahkan untuk memutus berbagai jalur keuangan dan perdagangan yang menopang perekonomian Iran. Ia juga memperingatkan negara maupun perusahaan yang membantu Iran dapat terkena konsekuensi ekonomi berat.


Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social pada Kamis, 20 Agustus 2026. Ia menggambarkan kebijakan baru tersebut sebagai bentuk “perang ekonomi” dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.


AS Ingin Putus Akses Ekonomi Iran


Trump mengatakan Amerika Serikat berupaya membuat Iran semakin terisolasi dengan membatasi aliran keuangan dan aktivitas perdagangan negara tersebut.


Selain menargetkan Iran, kebijakan itu juga diarahkan kepada pihak ketiga yang dianggap membantu Teheran. Trump menyebut lembaga keuangan, perusahaan, bandara, hingga entitas pemerintah yang memberikan bantuan kepada Iran berpotensi menghadapi sanksi ekonomi.


Sejumlah aktivitas yang menjadi perhatian AS antara lain dugaan penyelundupan minyak, transaksi keuangan, transfer uang tunai, pendaftaran kapal, serta penggunaan perusahaan fiktif untuk menjalankan aktivitas ekonomi Iran.


Langkah tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap Iran tidak hanya diarahkan melalui instrumen diplomatik atau militer, tetapi juga melalui sistem keuangan dan perdagangan internasional.


Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Melemah


Dalam pernyataannya, Trump juga kembali menyinggung kondisi kemampuan militer Iran. Ia mengklaim kekuatan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Iran telah mengalami penurunan drastis.


Trump juga menyatakan fasilitas militer Iran mengalami kerusakan berat. Selain itu, ia menggambarkan kondisi ekonomi Iran berada dalam tekanan besar, termasuk nilai mata uang negara tersebut.


Meski demikian, berbagai klaim tersebut merupakan pernyataan dari pihak Trump dan menjadi bagian dari narasi pemerintah AS dalam meningkatkan tekanan terhadap Teheran.


Trump kemudian menyerukan agar negara-negara sekutu AS ikut mengambil langkah untuk mengisolasi Iran. Menurutnya, kerja sama internasional diperlukan untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai ancaman Iran.


Iran Sebut Kebijakan Trump Akan Gagal


Pemerintah Iran melalui kantor berita Tasnim merespons ancaman terbaru Trump tersebut dengan nada berbeda.


Tasnim menyebut kebijakan yang diumumkan Trump sebagai bentuk baru dari strategi “tekanan maksimum” terhadap Iran. Menurut pihak Iran, pendekatan tersebut pada akhirnya tidak akan berhasil mencapai tujuan yang diinginkan AS.


Iran menilai Amerika Serikat telah lama berusaha membatasi hubungan perdagangan dan keuangan Teheran dengan dunia internasional.


Namun, menurut pernyataan tersebut, tekanan dan pembatasan yang berlangsung selama bertahun-tahun justru membuat Iran semakin terbiasa mencari cara untuk menghadapi sanksi ekonomi.


Iran juga menyatakan telah mengembangkan kemampuan untuk menghindari berbagai pembatasan yang diberlakukan negara-negara Barat.


Perang Ekonomi Jadi Babak Baru Tekanan AS-Iran


Kebijakan terbaru Trump menandai kembali menguatnya tekanan ekonomi antara Washington dan Teheran. AS berupaya menggunakan jaringan finansial dan perdagangan global untuk mempersempit ruang gerak ekonomi Iran.


Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan mudah menyerah terhadap tekanan tersebut. Perbedaan sikap kedua negara membuat kebijakan ekonomi ini berpotensi menjadi salah satu faktor penting dalam hubungan AS-Iran ke depan.


Dengan ancaman sanksi terhadap pihak yang membantu Iran, kebijakan Trump juga berpotensi berdampak lebih luas terhadap perusahaan, lembaga keuangan, dan negara lain yang masih memiliki hubungan ekonomi dengan Teheran.(Rhz2797)