Notification

×

Iklan

Iklan

Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu Bikin Heboh, Pedagang Makassar Langsung Bilang Begini

Agustus 16, 2026 Last Updated 2026-08-16T14:29:12Z

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700.000 per kilogram menjadi perbincangan di media sosial. Besarnya angka tersebut membuat sejumlah pedagang dan pekerja pengupas bawang ikut memberikan tanggapan.


Salah satunya Nurliah (50), pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Pa'baeng-baeng, Makassar, Sulawesi Selatan. Mendengar kabar tersebut, Nurliah mengaku tertarik jika pekerjaan dengan bayaran Rp700.000 per kilogram benar-benar tersedia.


“Di mana? Kalau ada, saya juga mau,” ujar Nurliah saat ditemui di Pasar Pa'baeng-baeng, seperti dikutip dari Tribun Timur, Minggu (16/8/2026).


Nurliah sendiri bukan orang baru dalam pekerjaan mengupas bawang. Di sela aktivitasnya berjualan, ia mengaku beberapa kali menerima pekerjaan sampingan sebagai buruh pengupas bawang.


Pernah Dibayar Rp100 Ribu untuk 25 Kg


Pengalaman Nurliah menunjukkan nominal yang diterimanya jauh berbeda dengan angka yang disebut dalam pernyataan Presiden Prabowo.


Ia mengatakan pernah mendapatkan bayaran Rp100.000 untuk mengupas sekitar 25 kilogram bawang. Jika dihitung berdasarkan jumlah bawang yang dikupas, nilai jasanya berada di kisaran beberapa ribu rupiah per kilogram.


“Waktu saya dulu makkupas, Rp100 ribu untuk 25 kilo,” kata Nurliah.


Menurutnya, waktu yang diperlukan untuk mengupas bawang bergantung pada jumlah pekerjaan dan kondisi bawang. Jika benar-benar fokus mengupas, ia memperkirakan 10 kilogram bawang dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua hingga tiga jam.


Namun, pekerjaan tersebut biasanya dilakukan sambil tetap berjualan di pasar. Karena itu, Nurliah menyesuaikan waktu mengupas dengan kesibukan di lapaknya.


“Saya ini, sambil menjual sambil kupas-kupas bawang. Kalau ada saya disuruh, saya kupaskan, jadi nyambi begitu,” ujarnya.


Bawang Kupasan Dijual Lebih Mahal


Selain menerima jasa mengupas bawang, Nurliah juga menjual bawang merah yang sudah dikupas. Menurutnya, terdapat selisih harga antara bawang yang masih memiliki kulit dengan bawang yang sudah siap digunakan.


Bawang merah yang belum dikupas dijual sekitar Rp35.000 per kilogram. Sementara setelah melalui proses pengupasan, harganya menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram.


Nurliah diketahui telah sekitar 20 tahun berjualan sayur dan bumbu dapur di Pasar Pa'baeng-baeng yang berada di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.


Berapa Tarif Jasa Kupas Bawang di Pasar?


Nurliah menyebut pekerjaan sebagai buruh pengupas bawang memang dilakukan oleh sejumlah orang di kawasan Pasar Pa'baeng-baeng.


Salah satunya adalah perempuan yang dikenal dengan nama Daeng Ke'nang. Ia disebut biasa menerima pekerjaan mengupas bawang. Namun, ketika lokasi tempat Daeng Ke'nang biasa bekerja di bagian belakang pasar dekat kanal didatangi, yang bersangkutan tidak sedang berada di lokasi.


Keterangan mengenai tarif jasa pengupasan juga disampaikan H Najamuddin (70), pemilik usaha penggilingan rempah sekaligus pedagang bumbu dapur.


Najamuddin mengatakan dirinya cukup sering menggunakan jasa buruh pengupas bawang. Untuk bawang berukuran besar, biaya pengupasan sekitar Rp100.000 untuk 50 kilogram.


Sementara untuk bawang berukuran lebih kecil, tarifnya dapat mencapai Rp120.000 untuk jumlah yang sama.


“Dalam satu karung itu, kalau bawangnya besar-besar Rp100 ribu dalam 50 kilo. Kalau bawangnya kecil, boleh ditambah Rp120 ribu untuk 50 kilo,” jelas Najamuddin.


Awal Mula Pernyataan Upah Rp700 Ribu


Pernyataan mengenai upah Rp700.000 per kilogram disampaikan Prabowo ketika berpidato dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memperkenalkan Susanah, seorang buruh harian asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


“Pada hari ini hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram,” ujar Prabowo dalam pidatonya.


Prabowo juga menyebut Susanah sebagai salah satu penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Menurutnya, bantuan melalui PKH dan program sembako turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga serta mendukung pendidikan anak-anak Susanah.


Potongan video pernyataan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi masyarakat, termasuk dari para pedagang yang memang sehari-hari berkaitan dengan aktivitas pengupasan bawang.


Perbedaan angka yang muncul dari pengalaman pekerja dan keterangan pelaku usaha di pasar membuat pernyataan tersebut semakin menarik perhatian publik. Bagi Nurliah, jika benar ada pekerjaan mengupas bawang dengan bayaran Rp700.000 per kilogram, ia mengaku siap mengambil kesempatan tersebut.(Rhz2797)