Notification

×

Iklan

Iklan

Semeru Kembali Menggeliat! Tiga Kali Erupsi, Letusan Terakhir Capai 1.000 Meter

September 14, 2026 Last Updated 2026-09-14T07:32:08Z

 Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat pada Senin pagi, 14 September 2026. Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tersebut tercatat mengalami tiga kali erupsi dalam waktu kurang dari tiga jam.


Erupsi terakhir menjadi yang paling tinggi. Kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau berada pada ketinggian sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).


Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan rangkaian erupsi tersebut melalui laporan tertulis yang diterima di Lumajang.


Erupsi Pertama Terjadi Pukul 04.20 WIB


Erupsi pertama Gunung Semeru terjadi pada pukul 04.20 WIB. Saat itu, kolom letusan teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 4.176 mdpl.


Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal dan bergerak ke arah barat laut.


Aktivitas tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi erupsi mencapai 128 detik.


Letusan Kedua Lebih Tinggi


Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada pukul 05.53 WIB. Ketinggian kolom letusan pada erupsi kedua meningkat dibandingkan kejadian sebelumnya.


Kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak, atau sekitar 4.476 mdpl.


Abu vulkanik terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak menuju utara dan barat laut. Erupsi tersebut tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan berlangsung selama 133 detik.


Erupsi Ketiga Capai 1.000 Meter


Aktivitas Gunung Semeru kembali terjadi pada pukul 06.28 WIB. Ini menjadi erupsi ketiga yang tercatat pada pagi tersebut sekaligus yang memiliki kolom letusan paling tinggi.


Kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 mdpl.


Pada erupsi ketiga, abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah timur. Aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi sekitar 140 detik.


Gunung Semeru Masih Berstatus Level III Siaga


Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang berlaku dan menghindari wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas erupsi.


Masyarakat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak, yang menjadi pusat erupsi.


Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan.


Wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai sekitar 17 kilometer dari puncak.


Radius 5 Kilometer dari Kawah Harus Dihindari


Masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut memiliki risiko terkena lontaran batu pijar.


Petugas turut mengingatkan warga agar mewaspadai kemungkinan terjadinya awan panas, guguran lava, maupun aliran lahar yang dapat bergerak mengikuti alur sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.


Beberapa aliran yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.


Selain itu, potensi lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.


Masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Semeru diimbau terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas vulkanik dan tidak memaksakan diri beraktivitas di wilayah yang telah masuk zona rawan.(Rhz2797)