Notification

×

Iklan

Iklan

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan! 2.775 Jadwal Terdampak, Sejumlah Rute Dibatalkan

Oktober 23, 2026 Last Updated 2026-10-23T02:51:27Z

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia semakin meluas. Asap yang mengurangi jarak pandang di sekitar bandar udara menyebabkan ribuan jadwal penerbangan domestik mengalami gangguan, mulai dari keterlambatan hingga pembatalan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 2.775 jadwal penerbangan dalam negeri terdampak asap karhutla sejak 11 Agustus hingga 21 Oktober 2026. Angka tersebut bertambah 171 penerbangan dibandingkan data yang tercatat pada 19 Oktober 2026.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa penyesuaian jadwal penerbangan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

"Penyesuaian jadwal pada penerbangan yang terdampak karhutla semata-mata dilakukan demi keselamatan. Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan," ujar Lukman, Jumat (23/10/2026).

Rincian 2.775 Penerbangan yang Terdampak Karhutla Berdasarkan data Kemenhub per 21 Oktober 2026, gangguan penerbangan akibat asap karhutla terdiri atas beberapa kategori. Pembatalan dan penundaan menjadi jenis gangguan yang paling banyak terjadi.

Berikut rincian penerbangan domestik yang terdampak:

  • 1.170 penerbangan mengalami keterlambatan atau delay.
  • 1.544 penerbangan masuk kategori pembatalan atau penundaan (cancelled/postponed). 25 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain (divert).
  • 6 penerbangan kembali ke bandar udara keberangkatan atau return to base (RTB). 30 penerbangan dimajukan jadwalnya (advance)
  • Gangguan tersebut terjadi karena asap karhutla menurunkan jarak pandang di sekitar bandara. Kondisi ini dapat memengaruhi keselamatan proses lepas landas, pendaratan, hingga pergerakan pesawat di area bandar udara.

Asap Karhutla Meluas ke Berbagai Wilayah Indonesia

Kemenhub menyebut dampak asap karhutla tidak hanya dirasakan di Sumatera dan Kalimantan. Sebarannya juga menjangkau Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejumlah bandar udara yang terdampak antara lain Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Supadio di Pontianak, Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Sultan Babullah di Ternate, serta Pattimura di Ambon.

Gangguan juga dilaporkan di Bandara Mozes Kilangin di Timika, Rendani di Manokwari, H. Hasan Aroeboesman di Ende, Sultan Thaha di Jambi, dan Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.

Penurunan jarak pandang di sekitar bandara membuat operasional penerbangan harus disesuaikan dengan kondisi aktual. Maskapai dan pengelola bandar udara perlu memastikan situasi memenuhi persyaratan keselamatan sebelum penerbangan dilaksanakan.

Penerbangan Internasional ke Pontianak dan Palembang Ikut Batal

Gangguan akibat asap karhutla turut memengaruhi jadwal penerbangan internasional. Kemenhub mencatat sebanyak 14 penerbangan internasional dibatalkan akibat kondisi tersebut.

Sebanyak 12 penerbangan rute Singapura-Pontianak pulang pergi dibatalkan pada 12-23 September 2026 karena asap di Bandara Supadio, Pontianak.

Sementara itu, dua penerbangan rute Singapura-Palembang pulang pergi dibatalkan pada 15 Oktober 2026 akibat asap yang mengganggu operasional di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

Pembatalan tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh penumpang penerbangan domestik, tetapi juga pengguna layanan penerbangan internasional yang bepergian dari dan menuju Indonesia.

Sebanyak 40 Penerbangan Kembali Dibatalkan pada 22-25 Oktober

Sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi asap yang masih mengganggu, sejumlah maskapai telah membatalkan 40 penerbangan yang dijadwalkan berlangsung pada 22-25 Oktober 2026.

Penerbangan yang dibatalkan mencakup sejumlah rute dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, serta Singkawang.

Kemenhub mengimbau penumpang yang menggunakan rute-rute tersebut untuk segera menghubungi maskapai masing-masing. Langkah ini diperlukan guna memperoleh informasi terbaru mengenai perubahan jadwal, penjadwalan ulang atau reschedule, serta pengembalian biaya tiket atau refund.

Penumpang juga disarankan memeriksa status penerbangan sebelum berangkat menuju bandara agar dapat mengantisipasi perubahan jadwal dan menghindari waktu tunggu yang tidak perlu.

Puluhan Penerbangan Lain Terganggu Faktor Non-Karhutla

Selain asap kebakaran hutan dan lahan, gangguan operasional penerbangan juga dipengaruhi sejumlah faktor lain.

Kemenhub mencatat 26 penerbangan domestik dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta kegiatan perawatan dan gangguan teknis pesawat.

Berbagai faktor tersebut membutuhkan penanganan sesuai prosedur keselamatan penerbangan. Karena itu, keputusan untuk menunda, mengalihkan, atau membatalkan penerbangan dapat dilakukan apabila kondisi operasional dinilai tidak memenuhi persyaratan.

Kemenhub Terapkan Prosedur Keselamatan di Bandara Terdampak Untuk mengantisipasi dampak asap karhutla, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara meminta pengelola bandar udara di wilayah terdampak meningkatkan kesiapsiagaan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan Low Visibility Procedures (LVP), yaitu prosedur operasional ketika jarak pandang rendah. Penerapannya dilakukan melalui koordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kemenhub juga menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM), yakni pemberitahuan mengenai informasi penting yang berkaitan dengan operasional penerbangan. Selain itu, kesiapsiagaan di sisi udara ditingkatkan untuk mendukung keselamatan aktivitas penerbangan.

Pelayanan kepada penumpang turut menjadi perhatian. Pengelola bandara diminta memberikan informasi perubahan jadwal secara berkala dan menyediakan masker bagi penumpang di wilayah yang terdampak asap.

Koordinasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk memastikan keputusan operasional sesuai dengan kondisi lapangan dan ketentuan keselamatan penerbangan.

Operasi Water Bombing Karhutla Terus Berlangsung

Di tengah gangguan penerbangan, upaya pemadaman karhutla melalui operasi water bombing atau pengeboman air dari udara juga terus dilakukan.

Kemenhub mencatat bahwa hingga 20 Oktober 2026, operasi tersebut telah mencapai 5.320 flight cycle dengan melibatkan 39 pesawat udara dari 11 operator.

Untuk mendukung kegiatan pemadaman, sejumlah bandar udara di wilayah terdampak menyediakan fasilitas parkir bagi pesawat dan helikopter, memberikan prioritas slot penerbangan, serta menyiapkan posko pemantauan karhutla.

Dukungan lainnya meliputi pendataan sumber air dan pemantauan ketersediaan bahan bakar yang dibutuhkan dalam operasi pemadaman.

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga X juga terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai, BMKG, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan sesuai ketentuan keselamatan.

Penumpang Diminta Pantau Informasi Penerbangan Terbaru Kemenhub menegaskan koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh pihak perlu terus ditingkatkan selama dampak karhutla masih mengganggu operasional penerbangan.

Lukman juga meminta penumpang mengikuti arahan petugas bandara apabila terjadi perubahan jadwal akibat kondisi cuaca dan jarak pandang.

Dengan jumlah penerbangan terdampak yang terus bertambah, penumpang diimbau memeriksa informasi resmi dari maskapai dan bandar udara sebelum melakukan perjalanan.

Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional. Selama kondisi belum memenuhi standar yang ditetapkan, penyesuaian jadwal diperlukan untuk mengurangi risiko dan menjaga keselamatan penerbangan.(Rhz2797)