Notification

×

Iklan

Iklan

Gempa M 7 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas dan Ratusan Rumah Ambruk

Oktober 24, 2026 Last Updated 2026-10-23T23:43:59Z

 Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Tibet, China, pada Kamis malam, 22 Oktober 2026. Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang, melukai puluhan lainnya, serta menyebabkan ratusan rumah roboh. Tim penyelamat dikerahkan untuk mencari korban dan membantu warga yang terdampak.


Berdasarkan laporan Reuters dan Associated Press pada Jumat (23/10/2026), gempa terjadi di wilayah Nagqu, dengan pusat kerusakan berada di Baqen County. Data terbaru yang dilaporkan Reuters menyebutkan sedikitnya 76 orang mengalami luka-luka, sementara 339 rumah dilaporkan roboh. Angka korban dan kerusakan masih dapat berubah seiring berlangsungnya pendataan. (Reuters; AP)


Gempa Tibet Picu Kerusakan Bangunan dan Gangguan Listrik


Gempa terjadi sekitar pukul 22.33 waktu setempat ketika sebagian warga tengah beristirahat. Guncangan kuat membuat bangunan rusak dan memicu kepanikan di sejumlah kawasan. Sejumlah warga dilaporkan bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri.


Baqen County berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian yang menyulitkan proses evakuasi. Wilayah Nagqu sendiri terletak di dataran tinggi Tibet, sekitar 390 kilometer dari Lhasa, ibu kota wilayah tersebut.


Selain merusak rumah warga, gempa juga mengganggu pasokan listrik dan komunikasi di sejumlah lokasi. Petugas masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui tingkat kerusakan infrastruktur serta memastikan kondisi masyarakat di kawasan terdampak.


Longsor Batu Hambat Proses Evakuasi Korban


Upaya pencarian dan penyelamatan menghadapi tantangan setelah guncangan memicu runtuhan batu di sejumlah ruas jalan. Kondisi tersebut membuat beberapa akses transportasi harus ditutup atau dibatasi sehingga menyulitkan petugas mencapai lokasi terdampak.


Pihak berwenang mengerahkan personel penyelamat dan menyalurkan bantuan darurat kepada masyarakat. Berdasarkan laporan Associated Press, lebih dari 12.000 warga telah dievakuasi dari kawasan terdampak, sementara ribuan personel dilibatkan dalam operasi penanganan bencana.


Bantuan yang disalurkan meliputi tenda, tempat tidur lipat, lampu senter, pakaian hangat, dan tempat tinggal sementara. Kebutuhan tersebut menjadi penting karena suhu di kawasan dataran tinggi dapat turun drastis pada malam hari.


Petugas juga mewaspadai kemungkinan bangunan yang telah mengalami kerusakan kembali roboh akibat gempa susulan. Warga diimbau menjauhi bangunan yang retak atau mengalami kerusakan struktural hingga dinyatakan aman oleh petugas.


Video Warga Berlarian Beredar di Media Sosial


Rekaman yang disiarkan media setempat memperlihatkan orang-orang bergegas meninggalkan bangunan ketika gempa mengguncang kawasan tersebut. Sejumlah benda terlihat berjatuhan dari rak toko, sementara warga mencari tempat terbuka untuk menghindari risiko tertimpa reruntuhan.


Di lokasi lain, petugas penyelamat terlihat memeriksa bangunan yang rusak dan mencari kemungkinan korban yang masih terjebak. Proses penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi bangunan dan akses menuju lokasi.


Meski demikian, setiap video yang beredar di media sosial perlu diperiksa sumber dan konteksnya sebelum dianggap sebagai gambaran terverifikasi dari seluruh wilayah terdampak.


Gempa Susulan Jadi Perhatian Petugas


Setelah gempa utama, aktivitas seismik susulan turut menjadi perhatian pihak berwenang. Reuters melaporkan bahwa ratusan gempa susulan tercatat oleh otoritas pemantau China hingga Jumat pagi waktu setempat.


Gempa susulan dapat meningkatkan risiko bagi warga yang tinggal di bangunan yang telah mengalami kerusakan. Karena itu, pemeriksaan struktur bangunan dan pengamanan kawasan terdampak menjadi bagian penting dari proses tanggap darurat.


Wilayah Tibet dan kawasan sekitarnya memang memiliki aktivitas seismik karena berada di zona pertemuan lempeng tektonik India dan Eurasia. Pergerakan kedua lempeng tersebut berkontribusi terhadap pembentukan Pegunungan Himalaya dan aktivitas patahan di Dataran Tinggi Tibet.


Tibet Pernah Dilanda Gempa Mematikan


Gempa terbaru ini menambah daftar bencana gempa besar yang pernah melanda wilayah pegunungan China. Pada Januari 2025, gempa di wilayah Tingri, Tibet, menewaskan sedikitnya 126 orang berdasarkan laporan saat itu.


Sementara itu, gempa di Provinsi Gansu pada Desember 2023 juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Bencana-bencana tersebut memperlihatkan besarnya tantangan penanganan gempa di kawasan terpencil, terutama ketika kondisi geografis dan cuaca menghambat distribusi bantuan.


Hingga laporan Jumat (23/10/2026), operasi penyelamatan dan pendataan kerusakan akibat gempa M 7,0 di Tibet masih berlangsung. Prioritas petugas meliputi pencarian korban, penanganan warga terluka, penyediaan tempat berlindung, serta pemeriksaan keamanan bangunan dan infrastruktur.(Rhz2797)