Notification

×

Iklan

Iklan

Kebakaran Tanjung Puting Kian Mengkhawatirkan, Api Tinggal 4 Km dari Permukiman Warga

Oktober 21, 2026 Last Updated 2026-10-21T04:09:19Z

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, semakin mengkhawatirkan. Titik api di kawasan Sungai Buluh Kecil dilaporkan berada sekitar empat kilometer dari Desa Teluk Pulai sehingga menimbulkan kekhawatiran kebakaran merembet ke permukiman warga.


Warga bersama tim gabungan kini berupaya keras mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas. Kebakaran yang telah berlangsung selama berbulan-bulan tersebut bukan hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga menimbulkan kabut asap dan mengganggu aktivitas transportasi.


Kondisi ini menjadi perhatian serius karena Desa Teluk Pulai dihuni sebanyak 495 jiwa. Jika api terus menjalar, keselamatan warga dan aktivitas sehari-hari masyarakat setempat berpotensi terdampak.


Api Karhutla Mendekati Sungai, Warga Teluk Pulai Waspada


Kepala Desa Teluk Pulai, Herliyus Cristian, mengungkapkan bahwa kebakaran di kawasan Sungai Buluh Kecil kini semakin mendekati sungai. Situasi tersebut membuat warga khawatir api akan bergerak menuju wilayah desa.


Herliyus mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk mencegah kebakaran memasuki kawasan permukiman. Jarak titik api yang hanya sekitar empat kilometer membuat penanganan harus dilakukan secara intensif.


"Kami berupaya keras agar api tidak merembet ke desa. Kebakaran sudah mendekati sungai, sementara jarak titik api ke desa kami sekitar empat kilometer," kata Herliyus, dikutip dari detikKalimantan, Rabu (21/10/2026).


Ancaman tersebut mendorong masyarakat dan petugas meningkatkan upaya pemadaman. Mereka berusaha menahan pergerakan api agar tidak menjangkau wilayah yang lebih dekat dengan tempat tinggal warga.


Puluhan Personel Dikerahkan untuk Memadamkan Api


Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan, sebanyak 60 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Teluk Pulai diterjunkan ke lokasi. Mereka dibantu lima personel dari Polsek Kumai untuk melakukan penanganan di area terdampak.


Tim gabungan menghadapi tantangan dalam mengendalikan api, terutama karena kebakaran terjadi di beberapa titik kawasan. Kondisi tersebut menuntut upaya pemadaman dan pengawasan dilakukan secara berkelanjutan.


Herliyus juga menyampaikan bahwa kebakaran tidak hanya terjadi di Sungai Buluh Kecil. Titik api turut dilaporkan muncul di kawasan Sungai Buluh Besar.


Sejumlah relawan ikut membantu proses pengendalian kebakaran di wilayah tersebut. Keterlibatan berbagai unsur diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lain.


Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat


Selain ancaman terhadap permukiman, karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting juga berdampak pada kondisi lingkungan. Asap dari kebakaran mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk akses transportasi di wilayah sekitar.


Kebakaran yang berlangsung dalam waktu lama menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dan warga. Apabila tidak segera dikendalikan, api dikhawatirkan terus meluas dan memperburuk dampak kabut asap.


Saat ini, upaya penanganan difokuskan untuk mengendalikan titik api serta mencegah kebakaran mendekati Desa Teluk Pulai. Warga berharap kerja sama antara masyarakat, kepolisian, relawan, dan tim pemadam dapat mencegah kebakaran mencapai permukiman.


Dengan jarak titik api yang tersisa sekitar empat kilometer, situasi di sekitar Desa Teluk Pulai masih perlu diwaspadai. Penanganan cepat menjadi penting untuk melindungi ratusan warga sekaligus membatasi dampak karhutla terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.(Rhz2797)