Notification

×

Iklan

Iklan

Apa Itu Fenomena Equinox yang Terjadi Setiap 21 Maret dan 23 September?

Maret 21, 2024 Last Updated 2024-03-21T01:58:18Z


Tahukah Anda, ada fenomena alam unik yang terjadi setiap dua kali dalam setahun sejak saat pertama kali bumi tercipta?


Fenomena unik ini dinamakan Equinox. Umumnya, fenomena Equinox terjadi dua kali dalam setahun, yaitu setiap tanggal 21 Maret dan 23 September.


Ada pula yang meyakini fenomena Equinox terjadi antara tanggal 19-21 Maret dan 22-23 September.


Berikut penjelasan tentang apa itu Equinox, dirangkum Tribunjogja.com dari National Geographic Indonesia, Kompas.com, dan laman resmi BMKG.


Apa itu Equinox?


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan, Equinox adalah salah satu fenomena astronomi ketika matahari melintasi garis khatulistiwa.


Ketika terjadi Equinox, matahari dan bumi berada pada jarak yang paling dekat.


Akibatnya, wilayah tropis di sekitar ekuator akan mendapatkan penyinaran matahari maksimum.


Nah, selama Equinox berlangsung, durasi siang dan malam di bumi hampir sama, yaitu sekitar 12 jam di atas wilayah masing-masing yang dilaluinya. 


Wilayah yang berada di bagian subtropis utara maupun selatan juga mengalami hal serupa, tentang kesamaan durasi antara siang dan malam.


Sub Koordinator Hubungan Pers dan Media Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwi Rini Endra Sari mengonfirmasi bahwa fenomena Equinox akan terjadi di Indonesia pada hari Kamis, 21 Maret 2024.


"Fenomena equinox secara periode berlangsung dua kali dalam setahun.


“(Equinox tahun 2024 terjadi) tanggal 21 Maret 2024 dan 23 September 2024.


Dwi Rini menegaskan, fenomena Equinox merupakan fenomena astronomi yang umum terjadi.


"Fenomena Equinox normal dan biasa terjadi. Itu termasuk fenomena astronomi,” terangnya.


Dampak Equinox terhadap cuaca di Indonesia


Pada kesempatan sama, Dwi Rini menuturkan, fenomena Equinox bisa menyebabkan peningkatan suhu di Indonesia. 


Namun, peningkatan suhu yang terjadi tidak terlalu signifikan. 


"Ya (dampak Equinox) mungkin peningkatan suhu, cuma tidak terlalu signifikan seperti yang terjadi di Afrika, Timur Tengah,” terangnya, dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com.


Menurut Dwi Rini, fenomena Equinox tidak berdampak pada musim di Indonesia. 


"Tidak memengaruhi musim sama sekali," ujarnya.


Pihak BMKG menerangkan, faktor utama yang menyebabkan peningkatan suhu atmosfer bukan Equinox, tetapi hal lain.


Berikut beberapa faktor yang membuat cuaca di Indonesia begitu panas : 


Radiasi matahari keseluruhan


Pola sirkulasi atmosfer


Konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer


Kecepatan angin


Tutupan awan


Tingkat kelembapan udara, dan lainnya.


Faktor-faktor tersebut memiliki dampak yang lebih besar terhadap panasnya suhu di suatu wilayah, dibandingkan dengan dampak fenomena Equinox.


Ketika tutupan awan di suatu wilayah sangat sedikit, maka radiasi matahari yang mencapai Bumi dapat mencapai titik maksimum.


Hal itu lantas menyebabkan peningkatan suhu di wilayah yang bersangkutan.


Lebih lanjut, kelebihan gas-gas rumah kaca di atmosfer juga dapat menyebabkan lapisan ozon menipis, sehingga semakin banyak sinar UV yang lolos dari atmosfer Bumi, kemudian mencapai permukaan.


Itulah yang membuat cuaca begitu panas akhir-akhir ini.


Pastikan Anda minum air yang cukup agar tidak dehidrasi selama cuaca panas terik.