Notification

×

Iklan

Iklan

Ilmuwan Prediksi Tahun 2026 Bakal Jadi Akhir Dunia, Ini Alasannya

Maret 19, 2024 Last Updated 2024-03-19T02:13:17Z


Seorang fisikawan Heinz von Foerster, tahun 2026 akan menjadi akhir bagi dunia, karena ini merupakan tahun yang sangat buruk bagi umat manusia.


Menurutnya, ketika populasi dunia terus meningkat, seiring dengan kerawanan pangan, urbanisasi, penggundulan hutan, dan perubahan iklim, van Foerster memperkirakan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun di mana faktor-faktor tersebut mencapai titik didihnya.


Pada tahun 1960, tim ilmuwan menerbitkan penelitian di jurnal Science yang memperkirakan akhir umat manusia. Penelitian yang dilakukan oleh Heinz von Foerster, Patricia M. Mora, dan Lawrence Amiot, menggunakan model matematika untuk menghitung bahwa umat manusia akan mencapai kapasitasnya dan runtuh pada 13 November 2026 menurut Uno TV.


Model tersebut memperkirakan populasi bumi akan mencapai 10 miliar orang dalam 22,4 tahun. Pada saat itu, jumlah penduduk akan bertambah secara eksponensial dan sumber daya bumi tidak akan mampu mendukungnya.


Dampaknya adalah keruntuhan global, kelaparan, penyakit, dan perang yang meluas.


Perlu disebutkan bahwa model studi ini didasarkan pada asumsi berikut: Daya dukung bumi adalah 10 miliar orang. Populasi bumi saat ini berjumlah 8 miliar jiwa dan terakhir, tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1%.


Mengingat hal ini, penelitian ini mendapat reaksi beragam. Beberapa orang menganggapnya sebagai hal yang mengkhawatirkan, sementara yang lain menganggapnya serius dan menyerukan tindakan yang harus diambil untuk mencegah krisis ini.


“Cicit kita tidak akan kelaparan, tapi mereka akan terhimpit sampai mati. Pada saat ini populasi manusia akan mendekati jumlah tak terhingga jika pertumbuhannya terus meningkat seperti yang terjadi dalam dua milenium terakhir,” tulis penelitian tersebut.