Notification

×

Iklan

Iklan

10 Tanda Tubuh Kelebihan Gula, Bisa Berbahaya untuk Kesehatan

April 24, 2024 Last Updated 2024-04-24T02:56:55Z


Gula merupakan sumber energi yang penting bagi kelangsungan hidup. Namun, tidak semua gula itu sama.


Terdapat gula alami, yaitu gula yang ditemukan secara alami di dalam makanan. Gula alami memiliki dua bentuk, yakni fruktosa atau laktosa yang ada pada buah-buahan dan sayur-sayuran.


Selain gula alami, ada pula gula tambahan yaitu Gula yang ditambahkan ke dalam makanan, seperti gula pasir, gula merah atau sirup jagung. Gula tambahan ini dapat menyumbang kelebihan karbohidrat dan kalori tanpa memberikan nutrisi pada tubuh.


American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk membatasi jumlah gula tambahan harian tidak lebih dari 100 kalori untuk wanita dan 150 kalori untuk pria.


Selain itu, AHA juga merekomendasikan bahwa anak-anak berusia 2 tahun ke atas juga tidak boleh mengonsumsi gula tambahan lebih dari 100 kalori sehari. Artinya sekitar 6 sdt untuk wanita dan anak-anak serta 9 sdt untuk pria.


Sedangkan, balita dan bayi di bawah usia 2 tahun tidak boleh mengonsumsi gula tambahan apa pun.


Berikut ini adalah tanda-tanda yang akan terjadi pada tubuh ketika terlalu banyak mengonsumsi gula.


1. Meningkatnya rasa lapar


Jika mengonsumsi banyak kalori ekstra melalui tambahan gula, meningkatnya rasa lapar adalah salah satu tanda pertamanya. Dimana tubuh akan membakar gula dengan cepat dan meningkatkan rasa lapar.


2. Iritabilitas


Jika sering merasa murung, mudah tersinggung, atau gelisah ini bisa jadi merupakan tanda bahwa Anda mengonsumsi terlalu banyak gula.


Mengonsumsi gula tambahan dapat meningkatkan peradangan, memperburuk suasana hati, dan menyebabkan gejala depresi.


Makanan atau camilan yang mengandung gula tambahan tanpa protein dan lemak, dapat dengan cepat meningkatkan gula darah, tetapi saat tubuh terburu-buru memproses, energi akan menurun sehingga akan merasa lesu dan mudah tersinggung


3. Tekanan darah tinggi


Jika Anda menderita hipertensi, terlalu banyak mengonsumsi gula tambahan dapat menjadi penyebabnya.


Mengonsumsi minuman manis memiliki hubungan yang signifikan dengan tekanan darah tinggi. Menurut para ilmuwan, kadar glukosa yang tinggi dapat merusak lapisan pembuluh darah.


4. Masalah kulit


Kelebihan gula ternyata juga dapat memberi dampak negatif pada kesehatan kulit. Gula dalam darah yang tinggi dapat merusak kolagen, protein yang memberikan kekuatan dan elastisitas pada kulit, menyebabkan penuaan dini dan masalah kulit lainnya.


Jerawat juga dapat disebabkan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman mengandung gula tambahan.


5. Bertambahnya berat badan


Asupan gula yang tinggi dapat menyebabkan tubuh berubah dari “mode pembakaran lemak” menjadi “mode penyimpanan lemak”. Jenis penumpukan lemak ini disebut lemak visceral (lemak yang paling membandel). Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan lain seperti penyakit jantung dan diabetes. (Luygi Ambhara Putri)


6. Masalah pencernaan


Asupan gula yang tinggi dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung dan diare. Hal itu disebabkan karena gula tambahan tidak dapat diproses secara maksimal didalam tubuh.


7. Kerusakan pada gigi


Apa yang akan terjadi setelah makan atau minum sesuatu yang mengandung banyak gula? Molekul gula bercampur dengan air liur serta bakteri di mulut yang akan menyebabkan plak pada gigi.


Plak yang tertinggal di gigi dapat melarutkan enamel dan menyebabkan gigi berlubang serta penyakit gusi.


Asupan gula saat ini menjadi salah satu penyebab utama masalah gigi seperti gigi berlubang pada orang dewasa dan anak-anak.


8. Nyeri sendi


Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi manis secara teratur dikaitkan dengan peningkatan risiko arthtritis pada beberapa wanita.


Sehingga konsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan peradangan sistemik, yang dapat menyebabkan nyeri sendi.


9. Gangguan tidur


Menurut penelitian terhadap 300 mahasiswa, kualitas tidur yang buruk berhubungan secara signifikan dengan konsumsi gula tambahan yang lebih tinggi.


Siklus tidur dan kualitas tidur kita diatur oleh cahaya dan suhu ruangan, serta kontrol glikemik.


10. Kurang konsentrasi


Kurangnya fokus dan konsentrasi, serta daya ingat bisa jadi disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi gula tambahan.


Meskipun glukosa adalah sumber bahan bakar utama otak, mengonsumsinya dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan hiperglikemia , atau kadar glukosa darah tinggi yang memiliki efek peradangan di otak serta berdampak negatif pada fungsi kognitif dan suasana hati.