Notification

×

Iklan

Iklan

Drama Laut Memanas! AS Lepas Kapal Iran dan Awak, Diserahkan ke Pakistan

Mei 04, 2026 Last Updated 2026-05-04T12:22:58Z



Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah Amerika Serikat menyerahkan kapal kontainer berbendera Iran beserta awaknya kepada Pakistan. Kapal bernama Touska itu sebelumnya disita oleh militer AS saat mencoba menerobos blokade laut di Teluk Oman.


Menurut laporan media internasional yang mengutip Komando Pusat AS atau United States Central Command (CENTCOM), penyerahan dilakukan setelah proses pengamanan dan pemeriksaan selesai. Sebanyak 22 awak kapal diserahkan kepada otoritas Pakistan untuk dipulangkan ke Iran.


Juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, menyatakan bahwa proses pemulangan awak kapal dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, enam penumpang lainnya telah lebih dulu dipulangkan melalui negara kawasan yang tidak disebutkan namanya.


Kapal Touska sendiri disita pada 19 April lalu di wilayah Teluk Oman setelah dilaporkan tidak mematuhi instruksi blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap jalur menuju Iran. Saat itu, kapal perang AS, USS Spruance, melakukan pencegatan dan mengeluarkan peringatan sebelum tindakan lebih lanjut diambil.


Pemerintah AS menduga kapal tersebut membawa barang-barang yang berpotensi memiliki fungsi ganda atau dual-use, yang bisa digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer. Dugaan ini menjadi alasan utama penyitaan kapal di tengah meningkatnya ketegangan regional.


Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya telah mengumumkan langsung penyitaan kapal tersebut sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh pihak militer. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran maupun Pakistan terkait penyerahan kapal dan awak tersebut.


Di sisi lain, perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeed Iravani, sempat melayangkan protes keras. Dalam surat kepada Sekjen PBB, Antonio Guterres, Iran menilai tindakan AS sebagai pelanggaran hukum internasional dan mendesak pembebasan kapal beserta awaknya tanpa syarat.


Peristiwa ini menambah panjang daftar ketegangan antara kedua negara, sekaligus menunjukkan betapa sensitifnya jalur pelayaran di kawasan Teluk Oman yang menjadi salah satu rute strategis perdagangan global. (Rhz2797)