Notification

×

Iklan

Iklan

BMKG Ingatkan Dampak Luas dari Gempa Sesar Lembang Jika Kekuatannya Mencapai M6,8

Mei 09, 2024 Last Updated 2024-05-09T00:51:19Z


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta kepada masyarakat dan pemerintah untuk mewaspadai dampak dari pergerakan Sesar Lembang.


Patahan ini diprediksi bisa menjadi pemicu kerusakan hebat di kawasan Bandung saat terjadi gempa bumi.


Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Bandung Virga Librian mengatakan, gempa yang terjadi di beberapa daerah termasuk di Pangalengan dengan kekuatan magnitudo 4,2 dipastikan tidak ada kaitannya dengan Sesar Lembang. Gempa di sana berasal dari sesar lokal di sekitar Pangalengan.


Menurutnya, saat ini BMKG sudah melakukan pemetaan terkait dampak gempa saat ada pergerakan dari Sesar Lembang.


Dari hasil pemetaan tersebut, gempa akibat Sesar Lembang bisa berdampak luas ketika kekuatannya mencapai M6,8.


"Itu akan berdampak untuk wilayah Bandung Raya khususnya skala intensitas 5-8 MMI. Itu bahkan bisa berdampak sampai Subang, Purwakarta, dan daerah lainnya," kata Virga di Bandung, Rabu (8/5).


Dengan keberadaan Sesar Lembang yang membentang di sekitar Bandung maka mitigasi harus bisa dilakukan pemerintah daerah termasuk masyarakat yang tinggal di Bandung. Mereka harus mendapatkan arahan mengenai apa yang harus dilakukan sebelum dan setelah gempa.


Keberadaan Sesar Lembang bukan berarti membuat masyarakat harus panik. Yang mesti dilakukan adalah mempersiapkan segala hal ketika gempa Sesar Lembang terjadi.


"Misalnya, masyarakat itu harus mengetahui kondisi bangunan tempat tinggalnya itu seperti apa, apakah sudah kokoh atau belum, apakah sudah ada kerusakan atau belum,” ungkapnya.


Menurutnya, hal lain yang juga harus rutin diperhatikan masyarakat adalah mengenai ketersediaan alat atau makanan yang bisa digunakan ketika gempa Sesar Lembang terjadi. Misalnya, menyiapkan tas siaga bencana yang bisa digunakan kapan saja ketika suatu bencana menimpa masyarakat.


"Isinya bisa berbagai macam, baik makanan instan pakaian, atau bahkan pluit. Jadi ketika terjadi sesuatu itu bisa mempermudah tim pencari menemukan kita. Itu akan membantu menyelamatkan diri kita," tuturnya.


Sementara itu peneliti gempa dari BRIN Edi Hidayat mengatakan, dengan keberadaan Sesar Lembang sudah seharusnya pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur yang bisa digunakan masyarakat untuk meminimalisir dampak dan korban gempa.


Penyampaian kepada masyarakat harus dilakukan secara berkala mulai dari tingkat terkecil di RT/RW, Posyandu hingga ke tingkatan lainnya.


Ketika pemerintah memang tidak bisa menyiakan infrastruktur penunjang, maka masyarakat harus lebih sadar dan mampu mempersiapkan kebutuhannya sendiri.


"Artinya ada infrastruktur yang mungkin bisa dibikin sederhana, tetapi dia kokoh.  Tempat tidurnya diperkokoh, atau meja makannya diperkokoh.  Itu saja yang bisa dilakukan oleh masyarakat langsung tanpa ada misalkan dana dari pemerintah," ujar Edi.