Notification

×

Iklan

Iklan

Dentuman Keras di Bekasi! SPBE Cimuning Meledak, Korban Berjatuhan dan Jalan Ditutup

April 02, 2026 Last Updated 2026-04-01T23:53:19Z


Ledakan hebat disertai kebakaran terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) kawasan Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Kamis malam. Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB itu sontak membuat warga panik setelah terdengar suara dentuman keras yang diikuti kobaran api besar.


Api yang membumbung tinggi dari lokasi kejadian sempat mengkhawatirkan warga sekitar. Sejumlah warga bahkan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dari potensi bahaya yang lebih besar.


Kapolres Metro Bekasi Kota, Kusumo Wahyu Bintoro, menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak cepat begitu menerima laporan. Bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan warga, petugas segera melakukan upaya pemadaman api di lokasi kejadian.


Lebih dari 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Setelah proses pemadaman yang cukup intensif, api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke area permukiman yang lebih luas.


Saat ini, aparat kepolisian fokus melakukan pendataan dampak kejadian, termasuk mendirikan posko darurat untuk membantu korban dan warga terdampak. Langkah ini diambil guna memastikan penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi.


Untuk mendukung proses evakuasi, akses jalan menuju lokasi kejadian juga ditutup sementara. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area tersebut demi menjaga keselamatan, mengingat kondisi lokasi masih berpotensi berbahaya.


Sejumlah korban dilaporkan mengalami luka bakar akibat insiden tersebut dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar lima hingga enam orang yang mengalami luka.


Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. Selain itu, pendataan terhadap rumah warga yang terdampak juga terus dilakukan, sementara area lokasi kejadian masih disterilkan guna mengantisipasi risiko lanjutan. (Rhz2797)